HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Perangkat daerah ini banyak tak terdaftar BPJS ketenagakerjaan

Ilustrasi klaim asuransi, pixabay.com

Mayoritas desa belum menganggarkan para perangkat untuk mengikuti kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Bantul, Jubi– Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta menyebut banyak perangkat desa wilayah tersebut belum terdaftar sebagai peserta jaminan sosial yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja.

“Untuk perangkat desa itu tinggal 43 desa dari 75 desa se-Bantul yang (perangkat desa) belum terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan Bantul,” kata Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Bantul,  Unggul Saflan, Rabu, (11/9/2019).

Baca juga : Daerah ini berlakukan uji kompetisi calon perangkat desa

Loading...
;

916 jabatan perangkat desa Bojonegoro masih kosong

Hadapi MEA, Disnakertrans Buleleng Latih Perangkat Desa

Meski tidak merinci desa mana saja yang belum terdaftar di lembaga pemerintah yang mengelola jaminan perlindungan tenaga kerja tersebut, namun diakui mayoritas desa belum menganggarkan para perangkat desanya untuk mengikuti kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

“Kami berharap seluruh perangkat desa di Kabupaten Bantul kalau bisa terdaftar pada tahun ini, karena apabila terjadi resiko pekerjaan, manfaatnya sudah jelas akan kita diberikan kepada teman-teman perangkat desa,” kata Unggul menambahkan.

Selain pendataan BPJS Ketenagakerjaan juga gencar melakukan sosialisasi-sosialiasi pada setiap pertemuan dengan desa tentang pentingnya jaminan keselamatan kerja. Langkah itu sebagai Sebagai upaya menambah kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi perangkat desa.

Selain perangkat desa, Unggul mengakui masih ada pegawai harian lepas (PHL) atau non-pegawai negeri sipil (non-PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bantul yang belum diikutkan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

“Jumlah PHL yang terdaftar di BPJS itu sekitar 2 ribuan, namun untuk jumlah total PHL di Bantul kami belum tahu pasti, karena Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) yang punya datanya, namun baru 2.000an orang,” kata Unggul menjelaskan. (*)

Editor : Edi Faisol

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top