Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Perayaan Natal harus menjadi momentum perkuat toleransi di Keerom

Ilustrasi Misa Natal – pexel.com.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Arso, Jubi – Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager mengharapkan perayaan Natal akan menjadi momentum bagi warga Keerom untuk memperkuat toleransi dan kerukunan antar umat beragama. Hal itu disampaikan Gusbager dalam perayaan Natal di Arso, Selasa (14/1/2020).

Gusbager menyatakan situasi di Kabupaten Keerom dari tahun ke tahun tetap aman, nyaman, damai. Hal itu terjadi karena semua pihak tetap menjaga toleransi serta kerukunan antara umat beragama wilayah perbatasan RI- Papua Nugini itu.

“Mari kita terus menjaga persatuan dan kesatuan, serta menjaga toleransi antara umat beragama di Kabupaten Keerom,” kata Gusbager dalam perayaan Natal di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Keerom di Arso, Selasa. Perayaan itu dihadiri pimpinan Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Keerom dan sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Keerom, dan sejumlah tokoh masyarakat Keerom.

Gusbager berharap agar Kabupaten Keerom dari tahun ke tahun tetap aman dan damai. Ia mengajak seluruh warga masyarakat untuk saling memaafkan dan menjadi sahabat bagi semua orang.

Ia juga mengajak para pegawai Kantor Kementerian Agama Keerom untuk menjadi pelopor yang mempersatukan semua warga di Keerom. “[Pengawai] Kementerian Agama harus menjadi pelopor dalam mempersatukan semua anak bangsa dan menjadi pelopor pembangunan di Keerom,” ajak Gusbager.

Loading...
;

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Keerom, Karel Mambay menjelaskan pihaknya mempunyai 5 tugas besar, yaitu pembinaan pendidikan, meningkatkan dan menghayati fungsi agama, pemeliharaan kerukunan umat beragama, penyelenggaraan haji, dan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berwibawa.”Untuk itu, kami akan terus membangun kemitraan dengan semua lembaga keagamaan dan Pemerintah Kabupaten Keerom,” kata Mambay.

Mambay mengatakan di Kabupaten Keerom terdapat sejumlah penyuluh agama non Pegawai Negeri Sipil. Mereka terdiri dari 60 penyuluh agama Kristen, 20 penyuluh agama Katolik, 16 orang penyuluh agama Islam 16 orang, dan tiga orang penyuluh agama Hindu. “Dengan penyuluh yang ada itu kami akan terus memberikan sosialisasi dan menyerukan kerukunan di Kabupaten Keerom,” katanya.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top