Perbaikan jalan di Tahota hambat proyek serat optik ke Bintuni

Perbaikan jalan di Tahota hambat proyek serat optik ke Bintuni

Kabel serat optik PT.Palapa Timur Telematika jalur Manokwari-Bintuni yang putus akibat aktivitas perbaikan jalan lumpur sepanjang lima kilo meter di Kampung Mameh, Distrik Tahota kabupaten Mansel, Papua Barat. (Jubi/Hans Arnold Kapisa).

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Manokwari, Jubi – Proyek konstruksi jaringan serat optik PT.Palapa Timur Telematika jalur Manokwari-Bintuni terhambat akibat adanya aktivitas alat berat yang digunakan untuk perbaikan ruas jalan berlumpur di kampung Mameh Distrik Tahota, Kabupaten Manokwari Selatan.

Operator Proyek Pengerjaan serat optik, Edward mengatakan proyek ini menyebabkan pihaknya harus mengganti sambungan serat optik hingga lima kali karena putus terlindas alat berat.

“Proyek kami juga kena imbas dari perbaikan jalan rusak di kampung Mameh. Meski sudah terpasang tapi putus terus, dan ini kali kelima karena terlindas alat berat saat melakukan pengerukan lumpur di sisi jalan,” ujar Edward, operator maintenance kabel serat optik kepada Jubi, Sabtu akhir pekan lalu.

Dikatakan Edward, untuk mengejar ketertinggalan itu, mereka kembali memulai pemasangan kabel serat optik. Dalam sehari ditargetkan 200 meter bisa terpasang. Diapun optimis lima kilo meter sambungan kabel yang rusak akibat proyek jalan bisa tersambung kembali.

“Kami upayakan sehari bisa gelar 200 meter, dan kami harap tidak putus lagi karena semua ini adalah proyek nasional untuk kepentingan umum,” katanya singkat.

Sebelumnya, Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informasi optimistis konstruksi fisik Palapa Ring Paket Timur  tuntas pada Maret 2019.

Direktur Layanan TI untuk Masyarakat dan Pemerintah BAKTI, Danny Januar,  mengatakan progres pembangunan fisik Palapa Ring Paket Timur sudah mencapai 87,03 persen. Dia yakin 13 persen sisa pemasangan kabel optik tersebut tuntas pada qurtal pertama tahun 2019.

Program Palapa Ring Paket Timur meliputi wilayah Nusa Tenggara Timur, Papua, Papua Barat dan Maluku. Program ini akan membuka dan memperkuat jaringan telekomunikasi di 35 kabupaten-kota dari Kota Baa di Rote Ndao, NTT hingga ke Distrik Anggi, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat.

“Paket Timur ini paling menantang dibandingkan dua paket lain. Namun, kami optimistis dapat memenuhi target penyelesaian. Untuk itu, BAKTI proaktif berkomunikasi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memenuhi target tersebut,”sebut Danny dalam sebuah kegiatan di Manokwari belum lama ini.

Dia menyebutkan, total panjang paket ini 6.878 kilo meter terdiri dari 4.452 km jaringan laut, 2.452 km jaringan darat serta microwave sebanyak 59 hops. Paling panjang dan menantang, sekaligus membutuhkan dana paling besar.

Kata Dany, kendala yang dihadapi dalam menggelar kabel serat optik palapa ring di darat, karena banyak bersinggungan dengan proyek pembangunan infrastruktur lainnya.

Di Papua Barat sendiri, lanjut dia, terdapat tujuh kabupaten/kota yang akan terhubung serat optik yakni dari Terminabuan, Kabupaten Sorong Selatan, hingga Kabupaten Pegunungan Arfak.

Proyek Palapa Ring merupakan salah satu upaya pemerintah dalam membangun ketersediaan layanan jaringan serat optik sebagai tulang punggung bagi sistem telekomunikasi nasional untuk menghubungkan seluruh kabupaten/kota di Indonesia. (*)

Editor : Edho Sinaga

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Populer

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)