HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Perbatasan Indonesia – PNG dinilai masih rawan

Salah satu ikon di Pos Lintas Batas Negara Skouw Kota Jayapura-Papua Nugini – Jubi/Ramah.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkum HAM Papua, Hermansyah Siregar mengakui masih banyak wilayah yang rawan dan tak terpantau di perbatasan Indonesia dan Papua Nugini. Akibatnya ada banyak warga di kedua negara yang tinggal secara ilegal.

“Titik yang belum terpantau ini kerap dijadikan warga kedua negara (Indonsia-PNG) unruk melintas. Hal itu juga membuat banyak transaksi ilegal, khususnya narkoba jenis ganja bisa masuk ke Indonesia. Perbatasan Indonesia – PNG sepanjang 750 KM,” ujar Siregar di Jayapura, Sabtu (25/5/19).

Diungkapkan Siregar, banyaknya jalan pintas yang dilalui menyebabkan banyak warga PNG tinggal di Papua secara ilegal. Ini juga karena Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw belum bisa berfungsi optimal mengingat terbatasnya sumber daya manusia. Ini juga yang menyebabkan banyaknya Warga Negara Asing (WNA) yang ditangkap aparat kepolisian, dan TNI di jalur perbatasan.

Menurut Siregar, pengawasan orang asing memerlukan sinergi lintas sektoral, tak terkecuali di Papua. Inin penting mengingat semakin mudahnya akses transportasi wisatawan menuju Papua.

Loading...
;

“Tanpa dukungan lembaga dan masyararakat, pengawasan orang asing menjadi tidak optimal. Sudah saatnya kita meruntuhkan egosektoral. Kami harapkan ke depannya instansi lain bisa bekerja sama dalam hal pengawasan orang asing,” ujar Siregar.

Diungkapkan Siregar, hingga Mei 2019, pihaknya telah mendeportasi 52 warga negara asing yang izin tinggalnya telah habis, namun masih memilih tinggal.

“Kebanyakan mereka berasal dari Negara tetangga (Papua Nugini). Jumlah WNA yang memiliki izin tinggal di Papua ada 1.300 orang,” jelas Siregar.

Karudanim Jayapura di Kanwil Kemenkum HAM Papua, Alimudin Hussain Jabbar menyatakan, pada 2019 telah mendeportasi atau mengembalikan lima orang warga Banglades dan satu orang warga PNG ke Negara masing-masing pada Februari 2019.

“Lima orang warga Bangladesh itu adalah korban perdagangan orang yang ditangkap di wilayah kamtor imigrasi Kabupaten Merauke, dan satu orang warga PNG ada kiriman dari Lapas Abepura terkait penyalahgunaan obat-obatan,” ungkap Alimudin. (*)

Editor : Edho Sinaga

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top