Perdana Menteri O’Neill mundur setelah terjadi pergolakan

Perdana Menteri O’Neill mundur setelah terjadi pergolakan

Ilustrasi pensiun, pixabay.com

Setelah tujuh tahun berada di kursi tertinggi pemerintahan, menyusul pembelotan sejumlah tokoh di partai yang berkuasa.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sydney, Jubi– Perdana Menteri Papua Nugini Peter O’Neill mengumumkan pengunduran dirinya pada Minggu, (26/5/2019). Pengunduran itu dilakukan setelah selama tujuh tahun berada di kursi tertinggi pemerintahan, menyusul pembelotan sejumlah tokoh di partai yang berkuasa.

“Saya mengumumkan hari ini bahwa saya mengundurkan diri sebagai perdana menteri negara merdeka Papua Nugini,” kata O’Neill dalam satu pernyataan yang dikirim melalui fasilitas surat elektronik.

Berita terkait : O’Neill dan Marape terimplikasi drama pinjaman UBS 

Lima MP PNG mengundurkan diri dari parpol O’Neill

Kubu oposisi PNG tunda mosi tidak percaya

O’Neill, yang menyerahkan kendali kekuasaan kepada mantan Perdana Menteri Sir Julius Chan, mengatakan perubahan kepemimpinan akan memungkinkan negara itu.  “Termasuk meneruskan agenda reformasi yang sudah kami lakukan,” kata O’Neill menjelaskan.

Ketakstabilan politik sering terjadi di negara Pasifik Selatan, negara kaya minyak itu dilanda kemiskinan. O’Neill yang menjadi pemimpin sejak 2011 telah mengalami usaha-usaha menjatuhkannya sebelumnya.

Awalnya O’Neill tetap tidak ingin mengundurkan diri meski sudah ada seruan agar mundur selama beberapa pekan. Para penentangnya mengatakan pada Jumat, sehari sebelum  mundurnya O’Neill, menyatakan  telah cukup memperoleh dukungan di parlemen untuk menggulingkan.

Upaya penggulingan akibat berbagai ketakpuasan, termasuk persetujuan gas dengan Total dari Prancis, yang dipertanyakan para pengkritiknya.

Pembelotan dari koalisi yang berkuasa telah terjadi selama beberapa pekan dan pada Jumat pekan lalu.  Sedikitnya sembilan anggota membelot, termasuk dua menteri yang termasuk di antara mereka. Para penentang O’Neill perlu mengajak 62 anggota parlemen PNG yang berkursi 111 untuk menyuarakan dia tak lagi sebagai perdana menteri.

Para politisi oposisi mengatakan pada mereka akan mendorong investigasi di Australia dan Swiss atas pinjaman 1,2 miliar dolar Australia  atau 830,76 juta dolar AS yang diatur oleh kelompok keuangan UBS. (*)

Editor : Edi Faisol

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Populer

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)