HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Perempuan Afgan dengan foto wajah mendunia, kini ditahan di Afganistan

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi – Perempuan Afgan bermata hijau yang menjadi simbol atas perang di negerinya 30 tahun lalu dan sempat populer karena fotonya remajanya menjadi kover majalah National Geographic, kini ditahan oleh pejabat Pakistan.

Sharbat Gula, perempuan Afgan tersebut, menurut informasi yang diberikan oleh keluarga ini, seperti dilansir oleh RNZI Kamis (27/10/2016), tumbuh besar di penampungan pengungsi kini berusia 40 tahun. Ia dituduh memalsukan kartu tanda penduduk Pakistan.

Menurut saudara laki-lakinya, Shahshad Khan, Gula ditangkap dan ditahan di bagian barat daya Pakistan. Dia mengatakan Agen Penyelidik Federal Pakistan (FIA) merangsek masuk ke rumahnya pada Rabu dini hari.

“FIA bersama pasukan keamanan datang, masuk ke rumah, membongkar barang-barnagnya dan mengambil surat-surat penting termasuk uang USD 2800,”ujarnya.

Loading...
;

Pejabat FIA dan badan kependudukan Nasional Pakistan belum memberikan keterangan.

Gula dikabarkan ditahan karena memalsukan identitas kependudukan nasional Pakistan yang membuatnya bisa tinggal di negeri itu. Kemungkinan dia akan kena hukuman 14 tahun penjara jika terbukti pemalsuan.

Gula selama bertahun-tahun menjadi bintang tanpa nama, setelah foto wajahnya saat masih remaja menghiasai kover depan majalah National Geographic di tahun 1985. Matanya yang hijau menyala tepat ke arah kamera dengan tutup kepala dan sorot mata yang berpadu antara pedih dan kemarahan. 

Foto itu menjadi simbol penderitaan orang-orang Afganistan selama pendudukan Soviet tahun 1980-an dan perlawanan kaum mujahidin yang disokong AS.

Sepeninggal Soviet di tahun 1989 pasca kolapsnya negeri itu, pemerintah Kabul menghadapi perang sipil yang berlangsung bertahun-tahun hingga gerakan Taliban mengambil alih kekuasaan di pertengahan tahun 1990-an.

Setelah kejatuhan rezim Taliban di tahun 2001, National Geographic mengirimkan fotografernya, Steve McCurry, yang sebelumnya mengambil foto Gula kembali ke negeri itu untuk mencarinya, hingga bertemu dan mengetahui namanya.

Saat itu dia tinggal di Afganistan namun kemudian pindah ke Peshawar bersama suami dan iparnya. Penahanan Gula bersamaan dengan tekanan di Pakistan untuk mengirim kembali 2,5 juta pengungsi Afgan ke negerinya.

Khan mengatakan Gula bukanlah lagi pengungsi karena dia telah mendapat kewarganegaraan resmi Pakistan karena menikah dengan kakanya, Rahmat Khan, yang lahir di Pakistan dan meninggal lima tahun lalu dan meninggalkan 4 orang anak.(*)

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top