Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Perempuan Arfak di tengah kemajuan zaman

Perempuan asli suku Arfak saat menghadiri pawai damai Papua Barat di Manokwari belum lama ini. Perempuan Arfak diharapkan mampu bersaing ditengah kemajuan pembangunan. (Jubi/Hans Arnold Kapisa).

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Manokwari, Jubi – Perempuan asli suku Arfak di wilayah Papua Barat terus dipacu untuk sejajar dengan perempuan Indonesia lainnya  dalam segala bidang.

Pembinaan bagi perempuan asli suku Arfak terbentuk melalui perkumpulan perempuan Arfak di lokal Manokwari dan tingkat Provinsi Papua Barat maupun melalui kegiatan-kegiatan pembinaan secara mandiri melalui pelayanan gereja dan pemerintah.

Amelia Mandacan, anggota Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Barat (MRPB) mengatakan, peran serta perempuan Arfak di Papua Barat telah membuktikan kesetaraan gender tanpa diskriminasi. Oleh karena itu, perempuan Arfak harus berani tampil dengan kemampuan yang ada.

“Perempuan Arfak sudah bisa bersaing di dunia usaha (ekonomi), politik maupun pemerintahan. Ini bukti bahwa kesetaraan gender, khususnya keterlibatan perempuan asli Arfak tidak lagi diragukan,” ujar Amelia kepada Jubi di Manokwari, Senin (7/10/2019).

Loading...
;

Selaku perempuan Arfak di lembaga kultur Orang Asli Papua, Amelia mengatakan, tas rajutan (noken) Arfak, usaha buah merah dan hasil pertanian yang dipasarkan adalah usaha mikro yang masih digeluti sebagian besar perempuan Arfak saat ini.

Diapun mendesak Pemerintah kabupaten Manokwari,  Pegunungan Arfak, dan  Mansel untuk membuka satu pasar khusus di ibu kota provinsi bagi perempuan Arfak menjajakan hasil kebun maupun kerajinan tangan mereka.

“Saya juga dorong supaya pejabat-pejabat Arfak di pemerintahan dan legislatif bisa bersatu dan buka satu pasar khusus untuk perempuan Arfak. Ini juga bagian dari implikasi Otonomi khusus yang harus diperhatikan,” ujarnya.

Sementara Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, yang juga sebagai kepala suku besar Arfak di Papua Barat mengatakan, perempuan Arfak tidak saja bermukim di Manokwari dan Pegunungan Arfak, tapi juga tersebar di Bintuni, Mansel dan Wondama.

“Suku besar Arfak ada di lima kabupaten yaitu Manokwari, Pegaf, Mansel, Bintuni dan Wondama. Disana ada perempuan asli Arfak. Saya bangga karena saat ini perempuan Arfak sudah mampu menyesuaikan diri dan bersaing dengan perkembangan pembangunan,” ujar Mandacan saat melantik perkumpulan perempuan Arfak kabupaten Manokwari belum lama ini.

Melalui wadah organisasi di tingkat kabupaten dan Provinsi, Mandacan harap ada transfer pengetahuan dan saling menguatkan antar sesama perempuan Arfak melalui tujuan organisasi maupun pembinaan diri untuk berkontribusi bagi Papua Barat dan Indonesia.

Diapun berharap, perempuan Papua lainnya maupun perempuan warga Nusantara yang ada di Papua Barat untuk turut serta membangun perempuan Arfak melalui trasfer pengalaman di bidang ekonomi dan kreatifitas lainnya.

“Sama-sama kita bangun Papua Barat. Jadi perempuan Arfak pasti bisa sejajar dengan perempuan Papua lainnya,” ujar Mandacan.

Selain itu, Mandacan juga menyampaikan bahwa sejumlah perempuan asli suku Arfak saat ini tengah menempuh perkuliahan di luar negeri.

“Perempuan asli Arfak sekarang ada yang kuliah di Jerman, Cina dan Inggris. Ini bukti, perempuan Arfak juga hebat,” ujar Mandacan. (*)

Editor: Edho Sinaga

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top