HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Perempuan Penjaga Tanah Papua jadi tema Festival Film Papua di Sorong

Ilustrasi perempuan Papua – Jubi/Dok

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Komunitas Papuan Voices siap menggelar Festival Film Papua (FFP) yang ketiga pada Agustus 2019 di Sorong, Papua Barat dengan tema “Perempuan Penjaga Tanah Papua”.

Koordinator Umum Papuan Voices, Bernard Koten mengatakan, sesungguhnya dalam konsep budaya orang Papua, kaum perempuan mendapat tempat yang cukup baik, seperti pada beberapa suku yang menggambarkan perempuan dalam simbol-simbol keagungan.

“Saat ini isu perempuan Papua banyak mendapat apresiasi dari berbagai elemen masyarakat,” katanya kepada Jubi, di Jayapura, Selasa (11/6/2019).

Narasi mama-mama Papua dalam pemberdayaan ekonomi, perlindungan keluarga, pendidikan, dan lain sebagainya, lanjut Bernard, telah banyak terekam dalam benak orang Papua yang terus memperjuangkan keadilan.

Loading...
;

Informasi yang dihimpun Jubi menyebutkan bahwa festival itu dirangkai dengan beberapa kegiatan seperti workshop dan tatkshow “Mendengar Suara Perempuan Penjaga Papua Dulu, Kini dan Masa Depan”.

Kegiatan ini akan menjadi sarana dialog untuk merumuskan-rekomendasi penting yang berkaitan dengan masalah perempuan. Misalnya, simbol pohon sagu yang artinya sumber kehidupan. Namun perempuan dalam kehidupan sehari-hari tidak mendapatkan kesempatan untuk memuliakan dirinya.

Pasalnya perempuan tidak mampu melawan kehendaknya karena dalih telah “dibeli”. Mereka bekerja keras dan memendam bentuk-bentuk ketidakadilan. Di satu sisi, hal itu dianggap sebagai hal biasa.

Ketua Panitia Festival Film Papua III Tahun 2019, Agus Kalalu, mengatakan penyadaran terus-menerus melalui sosok perempuan adalah rekam jejak perjuangan dalam melawan diskriminasi, khususnya saat mengangkat ketidakadilan, pengabaian, dan belum meratanya pelayanan publik.

“Kini telah banyak perempuan Papua yang memperjuangan kesetaraan akan berpikir dan bertindak lain dari sekadar mencari kedudukan di pemerintahan atau pengakuan masyarakat adatnya,” kata Kalalu.

Dokumentasi film tentang Perempuan yang berjuang di semua aspek  (politik, ekonomi, sosial, budaya, lingkungan, pendidikan, lingkungan hidup, dan lainnya) unfuk menjaga tanah Papua sebagai lbu yang memberikan kehidupan bagi manusia Papua dan dunia.

Papuan Voices adalah komunitas film yang terbentuk pada tahun 2011. Berawal dari program pelatihan produksi dokumenter yang dibuat oleh Engage Media, yang bekerja sama dengan Serikat Keadilan Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan (SKPKC) Fransiskan Papua, SKP Keuskupan Agung Merauke, dan JPIC MSC di Merauke. Para peserta pelatihan lalu menyatukan diri dalam wadah komunitas film Papuan Voices.

Papuan Voices menyelenggarakan dua kegiatan utama. Pertama, penguatan kapasitas generasi muda di dalam memproduksi audio visual, dan kedua, melakukan kampanye dan advokasi terkait isu-isu penting di Tanah Papua dan FFP. (*)

Editor: Timo Marten

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)