Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Perguruan tinggi di China ramai-ramai buka kelas pernikahan

Ilustrasi, pixabay.com

Setelah banyak mahasiswa yang gagal memahami arti cinta dan minder saat harus membicarakannya lebih dalam dengan para orang tua mereka.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Shanghai, Jubi, –  Sejumlah perguruan tinggi di China ramai-ramai membuka kelas konsultasi percintaan dan pernikahan. Langkah itu dilakukan setelah banyak mahasiswa yang gagal memahami arti cinta dan minder saat harus membicarakannya lebih dalam dengan para orang tua mereka.

Salah satu kampus yang membuka kelas konsultasi adalah East China Normal University di Shanghai, yang memulai membuka kela skhusus itu pada 2013. Kampus itu memberikan mata kuliah pilihan untuk mengatasi problem pernikahan dan percintaan.

Menurut data People’s Daily, kelas tersebut sebenarnya diproyeksikan hanya untuk 84 mahasiswa dan mahasiswi,namun yang mendaftar hampir 500 orang.

Loading...
;

Zhengzhou Normal University, Tianjin University, dan Nanjing University yang masing-masing berada di Provinsi Henan, Kota Tianjin, dan Provinsi Jiangsu turut membuka kelas khusus untuk memberikan pelajaran bagaimana mencintai dan dicintai.

Para mahasiswa dan mahasiswi biasanya memiliki sedikit waktu mempelajari psikologi percintaan yang terkandung dalam mata kuliah kesehatan psikologi dan mental, kata Prof Xia Cuicui, yang mengajar pelayanan dan konseling psikologi di Beijing Normal Uninversity.

Tujuan pembukaan kelas khusus itu, jelas dia, bukan untuk melatih para mahasiswa dan mahasiswi agar kelak menjadi pakar percintaan, melainkan membantu mereka mengerti lebih banyak tentang cinta, perasaan manusia, dan relasi sehingga mereka bisa mengatasi persoalan-persoalan asmara yang menderanya.

Mata kuliah tersebut juga membantu para mahasiswa membangun perilaku positif dalam percintaan dan pernikahan sehingga mereka lebih baik dalam menjalin hubungan, lebih baik dalam mempersiapkan kehidupan berumah tangga, lebih mampu menciptakan keluarga bahagia, dan hidup dalam kebersamaan menjadi lebih berkualitas.

Beberapa dosen senior psikologi menyarankan kepada para orang tua agar tetap tenang saat mendapati anak-anaknya mulai berpacaran dengan tetap menjalin komunikasi, memberikan saran, dan mengoreksi pola pikir yang tidak sehat soal percintaan dan pernikahan.

Pernikahan dan rumah tangga merupakan salah satu persoalan yang pelik bagi warga China. Tidak sedikit warga China yang usia pernikahannya relatif pendek karena lemahnya landasan cinta yang dibangun sebelum memutuskan berumah tangga. (*)

Editor : Edi Faisol

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top