Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Persiapan Referendum, larangan jual miras diberlakukan di Bougainville

Keputusan ini diambil untuk persiapan referendum yang akan menentukan kemerdekaan dari Papua Nugini. – RNZI/manganganath/123RF

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Buka, Jubi – Komisaris badan pemberi izin penjualan minuman keras (miras) Bougainville, Reuben Tokome, telah mengumumkan larangan penjualan miras di daerah otonomi itu mulai Sabtu kemarin (9/11/2019) hingga pertengahan Desember.

Keputusan ini diambil untuk persiapan referendum yang akan menentukan kemerdekaan dari Papua Nugini. Proses pemilihan sendiri akan dimulai pada 23 November mendatang dan diperkirakan akan berlangsung selama dua minggu.

Larangan miras itu berlaku pada semua lokasi, termasuk klub-klub malam, akan berhenti memasok dan menjual minuman keras dari pukul 8 malam Sabtu lalu, hingga 19 Desember 2019. Semua restoran, wisma dan hotel di Bougainville yang memiliki lisensi untuk menjual minuman beralkohol diperbolehkan untuk menyajikannya kepada tamu mereka sampai tanggal 22 November. Setelah, 22 November, larangan itu akan berlaku untuk semua usaha sampai 19 Desember.

Sementara itu berbagai kelompok-kelompok bekas militan di Bougainville, sekarang dikenal sebagai Veteran Bougainville, telah sepakat dengan pasukan keamanan Papua Nugini untuk mengimplementasikan perjanjian perdamaian Bougainville.

Loading...
;

Hal ini terjadi hanya beberapa minggu sebelum penutup dari perjanjian itu, referendum Bougainville, akan dilaksanakan.

Kelompok-kelompok itu menandatangani sebuah surat pernyataan komitmen bersama, pada hari terakhir pertemuan rekonsiliasi tiga hari yang diadakan di Kokopo di Provinsi East New Britain awal pekan lalu.

Dengan menyetujui pernyataan itu, semua veteran itu berkomitmen untuk menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan bangsa Melanesia, dan berkata bahwa apa pun hasil referendum itu, mereka tidak akan melanjutkan konflik bersenjata. Mereka juga meyakinkan pemerintah dan komunitas internasional, bahwa mereka akan menegakkan makna penting dari upacara rekonsiliasi itu, dan memastikan perdamaian akan terus berjalan.

Pernyataan itu ditandatangani secara bersama-sama oleh Angkatan Bersenjata PNG, yang diwakili oleh Kepala staf, Kapten Philip Polewara, dan Pemimpin Veteran Bougainville, Ishmael Toroama. (RNZI)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top