Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Persipura bisa tembus ke AFC jika home base di Papua

Para pemain Persipura saat menikmati panorama pantai di sekitar pelabuhan Male, Maladewa pada media 2014. Persipura berada di Male untuk menghadapi tuan rumah New Radiant dalam lanjutan kompetisi AFC Cup – Jubi/Roy Ratumakin.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Pelatih kepala Persipura Jayapura Jacksen F. Tiago (JFT) mengatakan Persipura akan semakin sulit mengumpulkan poin dalam memasuki putaran kedua Kompetisi Shopee Liga 1 2019 karena harus menggelar laga home (kandang) di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Kalimantan Timur.

“Mungkin untuk juara berat, tetapi kita berusaha untuk mendapat peringkat di lima besar. Seandainya kita bermain di Papua, saya yakin AFC kita mampu,” kata JFT kepada Jubi, Sabtu (7/9/2019) di Jayapura.

Kata JFT sapaan akrabnya, posisi kedua di klasemen bisa dicapai Persipura, karena posisi dua tersebut masih sangat terbuka, meskipun saat ini Persipura ketinggalan 13 poin dari PS Tira-Persikabo yang saat ini berada di posis kedua klasemen dengan perolehan 33 poin.

“Tetapi saya rasa hal itu bisa dikejar, kita saat ini sudah mengumpulkan 20 poin. Kalau main di luar (Papua) banyak persoalan yang akan kita hadapi. Dulu kita bisa meraih kemenangan dengan mudah dikandang lawan, kali ini sangat berbeda. Dulu kita masih memiliki jeda kompetisi dengan pergi ke luar negeri sehingga ada penyegaran,” ujarnya.

Loading...
;

Dirinya juga harus memikirkan psikologis dari para pemainnya, apalagi tim akan berada di Tenggarong dengan waktu yang cukup lama.

“Anak-anak mulai berangkat dari sini tidak ada kesempatan untuk balik ke Jayapura. Anak-anak hanya punya kesempatan pulang adalah pada bulan Desember. Jadwal yang begitu padat, dan jeda waktu pertandingan ke pertandingan hanya empat hingga lima hari, dengan estimasi masih ada terbang ke sana-kemari, sehingga kita harus berpikir psikologis pemain jauh dari keluarga mereka masing-masing,” katanya.

Untuk menjaga psikologis dari pemainnya, JFT mengaku sudah berkomunikasi dengan manajemen untuk memboyong keluarga dari para pemain ke Tenggarong.

“Tetapi akan sama saja dengan memboyong keluarga ke Tenggarong, karena kondisi di sana tidak jauh berbeda dengan Persipura (minim tempat hiburan). Makanya saya bicara sama manajemen untuk bagaimana kami mencari tempat yang lain (home base). Hal ini dilakukan karena saya harus berpikir dampak psikologis dari pemain, karena sepak bola tidak terlepas dari hal tersebut,” ujarnya.

Menurut JFT, kadang masyarakat berpikir Tenggarong bagus karena tidak ada tempat hiburan sehingga pemain fokus dalam menjalankan latihan.

“Ya, memang betul, tetapi dampak dari itu semua akan membuat pemain menjadi jenuh dengan apa yang sedang kita kerjakan di sana. Kita harus berpikir baik dan buruknya di Tenggarong. Baiknya adalah tim tamu tidak bisa membawa suporternya, tetapi buruknya adalah pemain kita tidak memiliki waktu untuk menyegarkan pikiran mereka. Saya lebih mementingkan psikologis pemain daripada semua itu,” katanya.

Sebelumnya Ketua Umum Persipura Jayapura Benhur Tomi Mano mengatakan Persipura Jayapura akhirnya menjatuhkan pilihannya di Stadion Aji Imbut, Kutai Kartanegara, Tenggarong, Kalimantan Timur (Kaltim) untuk menjalani laga home pada putaran kedua kompetisi Shopee Liga 1 2019.

“Kami menginginkan Stadion Papua Bangkit (SPABA), namun sampai sekarang stadion tersebut belum diresmikan. Otomatis kita tidak bisa menggunakan stadion tersebut. Kalau sudah diresmikan, mungkin kami akan berupaya untuk menggunakan stadion tersebut,” katanya.

Kata BTM sapaan akrabnya, pemilihan Stadion Aji Imbut adalah karena biaya sewa stadion tersebut paling murah dari stadion-stadion yang sudah dijajaki pihaknya.

“Kami mengeluarkan biaya untuk menyewa stadion Aji Imbut sekali pertandingan sebesar Rp100 juta. Itu paling murah dari stadion lain di beberapa daerah yang sudah kami jajaki,” ujarnya.

Persipura akan menjalani laga kandang di Stadion Aji Imbut berkapasitas 35.000 penonton tersebut untuk 12 pertandingan. 12 pertandingan tersebut diantaranya Bali United, Persija Jakarta, Persela Lamongan, Persib Bandung, PSM Makassar, PS Tira-Persikabo, Arema FC, Bhayangkara FC, Persebaya Surabaya, PSIS Semarang, Barito Putra, dan Borneo FC.

“Pastinya kami mengalami kerugian, karena tidak ada pemasukkan di Kaltim. Tidak ada penonton menjadi salah satu kerugian tersebut. Selain itu, pastinya Panpel akan mengeluarkan biaya yang cukup besar karena Panpel di sini akan semuanya bertugas di Kaltim,” katanya. (*)

Editor : Edho Sinaga

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top