Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Persipura lakukan seleksi penjaga gawang lokal

Yoo Jae Hoon penjaga gawang asal Korea Selatan merupakan penjaga gawang tersukses yang mempersembahkan tiga gelar bersama Persipura Jayapura – Jubi/Roy Ratumakin.

Papua No. 1 News Portal | Jubi 

Jayapura, Jubi – Meski belakangan pamor Persipura Jayapura meredup, tidak perlu disangsikan lagi Tim Mutiara Hitam adalah klub tersukses di Indonesia. Empat gelar juara, yaitu Liga Indonesia 2005 dan Indonesia Super League 2008-2009, 2010-2011, serta 2013, menjadi bukti kehebatan Persipura. Ditambah lagi, Boaz Solossa dkk. pernah jadi semifinalis Piala AFC 2014.

Namun, kehebatan itu sejatinya belum terasa sempurna. Alasannya karena tembok terakhir Persipura saat meraih empat gelar juara hingga kini selalu dikawal kiper dari luar pulau Papua.

Ketika juara Divisi Utama 2005, kiper utama Persipura adalah Jendry Pitoy. Ia masih mengawal gawang Tim Mutiara Hitam saat memenangi juara ISL 2008-2009. Sedangkan kala sukses jadi juara ISL 2010-2011 dan 2013, posisi kiper dijaga Yo Jae Hoon. Seperti diketahui, Jandry berasal dari Manado, sementara Jae-hoon merupakan kiper asing asal Korea Selatan.

Persipura sebenarnya pernah memiliki penjaga gawang asli Papua semenjak meraih gelar juara. Ada Philipus Basikbasik dan Secius Gebze. Namun kedua pemain tersebut lebih banyak memanasi kursi cadangan. Kini manajemen berpikir untuk kembali mencari bibit-bibit palang pintu terakhir.

Asisten Manajer (Asmen) Persipura Jayapura Ridwan Madubun mengatakan sesuai dengan instruksi dari Ketua Umum Persipura bahwa harus ada pemain asli Papua yang berposisi sebagai penjaga gawang.

“Hari ini, kami akan melakukan seleksi terhadap salah satu penjaga gawang lokal, atas nama Yusak Rejauw, ini termasuk bagian dari apa yang diinstruksikan oleh Ketua Umum untuk melakukan penjaringan dan seleksi bagi talenta-talenta lokal,” kata Bento kepada Jubi, Jumat (1/2/2019) melalui pesan singkatnya.

Loading...
;

Kata Bento, pihaknya akan memberikan ruang kepada seluruh pemain termasuk Yusan Rejauw untuk menunjukan kualitasnya di hadapan jajaran pelatih Persipura khususnya Alan Haviluddin selaku pelatih kiper Persipura Jayapura.

“Kami akan berikan ruang seleksi ini kepada Yusak Rejauw, selanjutnya sang pemain harus menunjukkan yang terbaik selama masa seleksi, karena penentuannya tidak lagi menjadi bagian kami (manajemen) tetapi keputusan pelatih kiper dan usaha pemain itu sendiri,” ujarnya.

Selanjutnya kata Bento, pihaknya akan melihat kemungkinan seleksi untuk pemain lain sesuai kebutuhan tim dan sesuai keinginan Luciano Leandro.

Legenda Persipura, Eduard Ivakdalam, berujar mayoritas pemain muda di Tanah Papua memang tidak tertarik jadi kiper.

“Tidak tau kenapa, tapi kebanyakan mereka ingin jadi striker atau gelandang. Mungkin karena posisi itu memungkinkan mereka mencetak gol,” kata paitua sapaan akrabnya yang kini ikut seleksi sebagai pelatih kepala sepak bola putra PON Papua. (*)

 

 

Reporter : Roy Ratumakin

Editor     : Edho Sinaga 

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top