Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Pertamina siap hadapi lonjakan permintaan BBM pada Natal dan Tahun Baru

Foto ilustrasi. – Dok. Pertamina

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Pertamina memproyeksikan konsumsi berbagai produk bahan bakar minyak atau BBM di Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat akan meningkat. Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan BBM di wilayah operasional Pertamina MOR VIII itu, Pertamina Satuan Tugas BBM dan liquid petroleum gas atau LPG yang telah bersiaga sejak 15 November 2019.

General Manager Pertamina MOR VIII, Gema Iriandus Pahalawan menyampaikan konsumsi BBM di wilayah kerjanya pada periode Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 diperkirakan akan naik 9 persen dibandingkan rata-rata konsumsi harian 2019. Kenaikan konsumsi BBM itu terutama dipicu kenaikan aktivitas transporasi menjelang masa Natal dan Tahun Baru.

“Kami memproyeksikan penyaluran Premium, Pertalite dan Pertamax pada periode Natal 2019 dan Tahun baru 2020 mengalami kenaikan sebesar 9 persen. Kenaikan itu disebabkan peningkatan aktivitas masyarakat jelang libur Natal dan Tahun Baru, baik dari kendaraan roda dua maupun roda empat,” ujar Gema.

Menurutnya, minyak tanah bakal menjadi produk yang paling dicari pada masa Natal dan Tahun Baru. “Kebutuhan minyak tanah diprediksi mengalami kenaikan signifikan 20 persen, dan kebutuhan LPG diprediksi naik sebesar 13 persen.  Hal itu terjadi karena meningkatnya kebutuhan rumah tangga, restoran, dan perhotelan di periode libur panjang,” kata Gema.

Uniknya, pada musim liburan Natal dan Tahun Baru kebutuhan bahan bakar avtur justru diprediksi akan turun hingga 4 persen. “Tren penerbangan yang cenderung menurun dalam beberapa waktu terakhir,” ujar Gema.

Loading...
;

Dari sisi pasokan produk BBM dan LPG, Pertamina MOR VIII telah menyimpan 98.166 kilo liter BBM dan 268,27 metrik ton LPG. Dengan simpanan itu, ketahanan stok BBM dan LPG Pertamina MOR VIII rata-rata mencapai 16 hari.

Untuk mengamankan stok dan kelancaran distribusi BBM dan LPG selama periode Natal dan Tahun Baru, Pertamina  membentuk Satuan Tugas (Satgas) BBM dan LPG. Satgas itu telah bersiaga sejak sejak 15 November 2019 hingga 8 Januari 2020. Tim itu bersiaga 24 jam di Kantor Region, 21 terminal bahan bakar, dan 11 Depot Pengisian Pesawat Udara yang ada di Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat.

Pertamina MOR VIII juga menyiagakan 20 unit kapal tanker. Armada distribusi BBM pun disiagakan, yang terdiri dari 9 unit pesawat, 59 unit kapal Self Propeller Oil Barget (SPOB) atau Landing Craft Tank (LCT), serta 316 unit mobil tanki BBM.

Pertamina MOR VIII juga bekerjasama dengan bank persepsi untuk tetap memberikan layanan selama periode libur Natal dan Tahun Baru. Demi kelancaran pendistribusian BBM dan LPG, Satgas BBM dan LPG akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, dan Hiswana Migas. Apabila masyarakat mengalami kendala atau keluhan yang terkait dengan penyaluran BBM dan LPG dapat menghubungi Call Center Pertamina 135.

Secara terpisah Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, mengajukan penambahan alokasi atau kuota bahan bakar minyak/BBM pada 2020. Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) diminta menaikan alokasi BBM di Mimika hingga dua kali lipat dari alokasi 2019.

Sekretaris Disperindag Mimika Inocentius Yoga Pratama kepada Kantor Berita Antara di Timika, Kamis, mengatakan permintaan penambahan kuota BBM itu diajukan karena sejumlah kegiatan besar akan berlangsung pada 2020. Kegiatan itu antara lain penyelenggaran Pekan Olahraga Nasional XX Papua 2020, maupun Pesta Paduan Suara Gerejawi se-Tanah Papua.

“Secara resmi sejak tiga bulan lalu kami mengajukan penambahan kuota BBM untuk semua jenis baik BBM subsidi maupun non subsidi dua kali lipat dari alokasi saat ini mengingat banyak even yang akan berlangsung di Timika seperti Pesparawi dan PON. Sudah tentu pada saat even itu konsumsi BBM akan meningkat drastis,” kata Yoga.

Ia mengaku tidak mengetahui secara detil berapa besar alokasi setiap jenis BBM untuk Kabupaten Mimika. “Yang tahu datanya tentu Pertamina dan BPH Migas. Kami di daerah tidak pernah mendapatkan laporan berapa besar alokasi setiap jenis BBM yang disalurkan di Kabupaten Mimika,” ujarnya.

Disperindag Mimika, katanya, beberapa waktu lalu mengutus Kabid Perdagangan Libert Manggara untuk membawa surat permohonan penambahan kuota BBM ke BPH Migas di Jakarta. “Informasi yang kami terima, BPH Migas menyambut baik usulan kami dan akan segera menindaklanjutinya setelah berkoordinasi dengan Kementerian ESDM. Mimika merupakan kabupaten pertama di seluruh Indonesia yang mengajukan penambahan kuota BBM. Kami masih menunggu sejauh mana realisasi dari usulan tersebut,” kata Yoga.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top