Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Pertemuan PM Inggris dengan Trump ditunda hingga Juni

Ilustrasi diplomasi, pixabay.com

Johnson sebelumnya direncanakan berkunjung ke Washington pada awal tahun ini.

Papua No. 1 News Portal | Jubi 

London, Jubi – Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menunda lawatannya ke Amerika Serikat untuk bertemu Presiden Donald Trump. Surat kabar Sun, Kamis (13/2/2020) malam menyebut alasan penundaan agar bisa memusatkan perhatiannya pada penanganan agenda di dalam negeri.

Keputusan penundaan kunjungan itu akan menjadi pukulan baru hubungan antara kedua sekutu dekat itu, yang bersiap-siap merundingkan kesepakatan perdagangan.

Baca juga : Ekstradisi istri diplomat Inggris ditolak AS

Inggris minta AS cabut tarif wiski Skotlandia

Inggris akan vonis lebih berat untuk terpidana teroris

Loading...
;

Inggris mengharapkan kesepakatan itu menjadi pencapaian terbesar dari pemisahannya dengan Uni Eropa.

Tercatat kedua negara tersbut terpecah dalam beberapa masalah, termasuk keputusan Inggris mengizinkan perusahaan telekomunikasi China Huawei [HWT.UL] menjalankan peranan terbatas dalam jaringan telepon selulernya. Inggris dan AS juga berbeda pendapat menyangkut pengajuan pajak layanan digital serta perjanjian nuklir Iran.

Johnson sebelumnya direncanakan berkunjung ke Washington pada awal tahun ini. Sekarang, rencana tersebut sudah ditunda hingga Juni saat pertemuan puncak G7 dijadwalkan berlangsung, bunyi laporan surat kabar tersebut.

Tanggal kunjungan Johnson ke Washington belum pernah dipastikan, menurut seorang pejabat Inggris. Salah satu ketegangan terbesar antara kedua negara muncul ke permukaan bulan lalu setelah Inggris memberi Huawei peran terbatas dalam jaringan seluler 5G Inggris.

Keputusan itu membuat membuat Amerika Serikat frustrasi dalam melancarkan upaya global untuk mengucilkan perusahaan komunikasi generasi baru itu di negara-negara Barat.

Kedua negara sekutu juga semakin berselisih atas pajak layanan digital yang direncanakan Inggris, juga ancaman pemerintah AS untuk memperluas tarif komoditi serta soal nasib kesepakatan nuklir Iran. Dalam semua permasalahan itu, Inggris lebih punya ikatan dengan negara-negara Eropa.

Media Inggris pada akhir Desember melaporkan bahwa Trump sudah mengundang Johnson untuk mengunjunginya Gedung Putih tahun ini.

Trump mengatakan Inggris dan Amerika Serikat sekarang bebas untuk melakukan kesepakatan perdagangan baru “besar-besaran” pasca-Brexit. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top