HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Pertemuan serikat pekerja Asia bahas dampak digitalisasi media

Ilustrasi, pixabay.com

Bertukar pada aspek-aspek kunci dari transformasi digital dan restrukturisasi perusahaan media di kawasan Asia-Pasifik.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Kuala Lumpur, Jubi– Sejumlah Serikat Pekerja Media dari berbagai negara di Asia bertemu di Kuala Lumpur selama dua hari untuk membahas respons serikat pekerja terhadap restrukturisasi perusahaan dan digitalisasi Media.

Tercatat serikat pekerja yang hadir yakni ARTEE (India), ASPEK (Indonesia), NTVEA (Nepal), UNIME (Nepal), NABU (Philippina), FWGP (Philippina), UMCOT (Thailand), UNI KEPSSB (Malaysia), KESTMB (Malaysia), KSKSTMB (Malaysia). Termasuk Serikat Pekerja dari TPTSEU (Taiwan) dan NIPPORO (Jepang).

Pertemuan dalam bentuk workshop tersebut menyediakan platform untuk bertukar pada aspek-aspek kunci dari transformasi digital dan restrukturisasi perusahaan media di kawasan Asia-Pasifik.

Loading...
;

Sesi ini dimulai dengan diskusi panel di mana enam perwakilan serikat pekerja (afiliasi UNI Apro) membuat presentasi pengantar selama lima menit tentang perkembangan di perusahaan mereka.

Mereka mencari tanggapan terhadap lingkungan ekonomi yang berubah dan transformasi digital dari sektor ini yang telah mengurangi pendapatan berbasis iklan dan langganan, ditambah dengan meningkatnya persaingan dari perusahaan-perusahaan Internet yang menyediakan konten media audiovisual melalui Internet.

“Kami bertemu untuk memperkuat kerja sama serikat pekerja di sektor media, sektor media di seluruh dunia terus mengalami evolusi,” ujar Perwakilan ASPEK yang juga Ketua Serikat Pekerja Antara, Abdul Gofur, Minggu (25/8/2019).

Baca juga : Serikat Pekerja Vanuatu Prihatin Pada Pembatasan Media Sosial

AJI: Ketidakadilan Masih Dirasakan Perempuan Pekerja Media

Pada kesempatan tersebut Presiden Uni Malaysia Labour Center (MLC) Shafei BP Mamal,  mengatakan digitalisasi merupakan suatu persoalan yang biasa dan mungkin menjadi luar biasa bila serikat pekerja tidak berhati-hati.

“Tetapi kalau kita bisa mengambil tindakan lebih cepat maka tidak luar biasa,” kata Mamal.

Menurut dia, jika pekerja meda tidak mengerti dengan perubahan teknologi, maka menjadi ancaman.

Dia mengatakan digitalisasi merupakan persoalan yang dituntut dunia modern sekarang dan serikat pekerja tidak boleh lari karena generasi muda menuntut supaya teknologi diubah dari sistem yang ada sekarang ke sistem yang lebih canggih atau lebih baru.

Tentang antisipasi yang dilakukan serikat pekerja, dia mengatakan majikan harus memberikan pelatihan digitalisasi dan seharusnya diwajibkan kepada anggota.

“Jadi kita harus ada sedikit ilmu tentang digitalisasi,” katanya. (*)

Editor : Edi Faisol

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top