Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Pertumbuhan populasi sapi di Kota Jayapura mencapai 15 persen per tahun

Seekor sapi milik di peternakan sapi. – Jubi/Ramah

Cenderung naik karena  program meningkatkan produktifitas sapi betina induk.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Jayapura, Jean Hendrik Rollo mengatakan populasi sapi setiap tahun ada 1000 ekor atau 15 persen dari kelahiran sapi betina induk.

“Dari 1000 itu rasionya 50:50 atau 500 jantan dan 500 betina,” ujar Rollo di Kantor Wali Kota Jayapura, Selasa (3/12/2019).

Baca juga : Sapi di Kampung Angger Permegi dibiarkan berkeliaran Kerugian akibat wabah diare sapi di Keerom mencapai ratusan juta rupiah

Loading...
;

Demi anak masuk kuliah dan SMA, ternak sapi dijual murah

Menurut Rollo, kelahiran sapi di Kota Jayapura setiap tahun cenderung naik karena  program meningkatkan produktifitas sapi betina induk. Sedangkan setiap tahun ada kelahiran betina baru, serta tahun berikutnya jadi betina produktif.

“Jadi, betina induk itu bertambah karena umur reproduksi dari sapi betina yaitu induknya masih beranak dan anaknya juga masih beranak,” kata Rollo menambahkan.

Peningkatan populasi sapi yang ada saat ini tak lepas dari penggunaan teknologi inseminasi buatan secara masif, yaitu dengan sistem perkawinan pada ternak sapi secara buatan atau mengawinkan sapi lokal dan luar daerah.

Selain itu strategi perbaiki kualitas sapi hidup seperti menghindari kawin satu keluarga atau jantan lahir dari induk kemudian kawin dengan induknya yang menyebabkan fisik atau bobot ternak semakin kecil, dan mengatur jarak kelahiran.

“Kami terus lakukan pembinaan kepada peternak sapi agar meningkatkan produksi sapi sehingga memenuhi kebutuhan sapi di Kota Jayapura,” kata Rollo menjelaskan.

Salah satu peternak sekaligus pedagang sapi saat ditemui di Pasar Hamadi, Ardan, mengatakan kelahiran pedet atau anak sapi di peternakan yang ia kelola  setiap tahun mencapai 150 ekor dari 50 sapi induk. Hal itu karena pola penggemukan sapi yang efektif sehingga menimbulkan produktifitas kelahiran populasi sapi.

“Cara penggemukan sapi potong secara organik hanya dalam 100 hari bisa panen,” ata Ardan.

Menurut dia proses penggemukan sapi potong pada umumnya berlangsung selama 4-6 bulan. Penggemukan  itu untuk meningkatkan jumlah bobot sapi, memperbaiki kualitas daging, dan mencegah pemotongan sapi betina produktif. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top