Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Petani Kupang belum terima pupuk subsidi

Petani India, pixabay.com

Keberadaan pupuk urea bersubsidi itu sangat diperlukan karena beberapa patani yang sudah mulai menanam padi.

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Kupang, Jubi  – Para petani sawah di kawasan Tuahanas, Desa Baumata, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur mengaku belum mendapatkan pupuk urea bersubsidi dari pemerintah. Keberadaan pupuk urea bersubsidi itu sangat diperlukan karena beberapa patani yang sudah mulai menanam padi.

“Kami belum dapatkan pupuk dari agen, padahal kami sudah mulai menanam,” kata Antonius Nubatonis, seorang petani kawasan Tuahans, Desa Baumata, rabu (6/3/2019).

Baca juga : Petani Badui siap panen padi huma

Loading...
;

Harga petani masih mahal, penjual cabai beli di pedagang musiman

Lahan tertutup sedimen lumpur, petani merugi

Ia mengatakan agen pupuk harus secepatnya mengirimkan pupuk urea kepada para petani, saat ini ada petani yang langusung menananm karena masih memiliki persediaan pupuk kiriman lama. Sedangkan para petani lainnya seperti dirinya hingga kini masih menunggu kiriman pupuk bersubsidi dari pemerintah.

“Sambil menunggu datangnya pupuk bersubsidi, saya terpaksa mengolah lahan dulu sebagai persiapan menanam,” kata Antonius menambahkan.

Baca juga : Akibat banjir, petani di Kelurahan Waimhorock gagal panen

Petani Kampung Waninggap Nanggo minim alat pertanian

Sisihkan pendapatan agar petani mandiri

Marthen, seorang petani lain juga mengakui belum adanya pupuk subsidi yang diperlukan. “Saya bingung, mengapa sampai saat ini para petani di desa saya belum juga mendapatkan pupuk, padahal di desa lain di Kabupaten Kupang, sudah mendapatkan pupuk,” kata Marthen.

Menurut dia, selama ini ia dan para petani sudah membayar harga pupuk sesuai rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK).

PT Pupuk Kaltim Wilayah NTT yang menjadi distributor pupuk bersubsidi para petani di NTT mengaku sudah mengirimkan kurang lebih 11.800 ton pupuk urea bersubsidi hingga Minggu (3/3/2019).

Berita terkait : Hujan dan banjir, petani sayuran di Sentani merugi

ada petani yang komplain bisa menghubungi kami langsung karena kami juga sudah membuka nomor telpon pengaduan (HP: 081 350 796 760),” kata pimpinan PT Pupuk Kaltim Wilayah NTT, Didik Triyono. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top