Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Petani Kutai Kertanegara berencana budi daya nilam

Ilustrasi, pixabay.com

Nilam merupakan komoditas yang menjadi bahan baku penghasil minyak atsiri dengan harga jual yang cukup tinggi di kisaran Rp500 ribu  per kiloliter.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Samarinda, Jubi– Kelompok tani di Kecamatan Kotabangun, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, berencana membudidayakan tanaman nilam. Nilam merupakan komoditas yang menjadi bahan baku penghasil minyak atsiri dengan harga jual yang cukup tinggi di kisaran Rp500 ribu  per kiloliter.

“Rencananya bulan depan kami mencoba menanam benih nilam dengan modal iuran dari kelompok tani. Tahap awal ini untuk pembibitan dulu,” ujar Ketua Kelompok Tani Desa SP2, Kecamatan Kotabangun, Nur Kosim, Jumat, (8/11/2019).

Baca juga :Pelatihan budidaya kopi Arabika, 174 kampung jadi pompa semangat petani kopi Paniai 

Loading...
;

Petani binaan Dinas Pertanian budidaya sayuran organik

Petani Buleleng Budidayakan Anggur Lokal

Pada tahap awal untuk pembibitan itu mereka akan menanam sebanyak 2 ribu bibit nilam di di lahan seluas satu hektare. “Meski kami sadar idealnya satu hektare dapat ditanami bibit nilam sebanyak 8 ribu batang,”kata Nur Kosim menambakan.

Pembelian bibit yang hanya 2 ribu batang untuk 1 hektare itu mereka lakukan karena modal yang ada belum mencukupi untuk membeli jumlah ideal. Pada tahap awal itu mereka yakin para petani yang sudah menyatu dalam kelompok kelak bibit batang tersebut akan menjadi berjuta-juta batang setelah dikembangkan.

“Kami optimis setelah empat bulan penanaman bibit, maka nilam yang terus tumbuh akan distek untuk dijadikan bibit lagi bagi petani dalam kelompok ini dan calon kelompok petani nilam lainnya,” kata Nur menjelaskan.

Tercatat harga satu batang bibit nilam saat ini Rp2 ribu yang didatangkan dari luar Kalimantan Timur. Sedangkan harga minyak atsiri dari nilam Rp500 ribu per kiloliter sehingga harga tersebut masih masuk dalam perhitungan petani.

Sedangkan dalam sekali tanam bisa dilakukan panen empat kali, begitu juga untuk pembibitan, dalam empat bulan pun bisa distek untuk ditanam lagi.

Kasi Pengembangan Kapasitas Masyarakat di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Provinsi Kaltim, Helvin, mengatakan prospek budi daya nilam saat ini memang masih bagus. hal itu menjadi alasan ia memberi dorongan mereka untuk membudidayakan nilam.

“Saya berpesan agar kelompok tani melibatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) karena mampu mendorong dari sisi pengembangan,” kata Helvin. (*)

Editor : Edi Faisol

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top