Petani Palu kembali garap lahan mereka

Petani Palu kembali garap lahan mereka

Petani menggarap lahan, pixabay.com

Sebelumnya menganggur beberapa bulan karena musibah bencana gempa bumi.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Palu, Jubi – Sejumlah petani di Palu, Sulawesi Tengah, kembali menggarap lahan mereka setelah telantar akibat gempa bumi dan tsunami beberapa daerah lain di Sulteng pada 28 September 2018.

“Kami harus menggarap kembali, sebab ini satu-satunya sumber penghasilan kami,” kata
Sultan, seorang petani di Kecamatan Palu Barat, Senin, (11/2/2019).

Sultan mengaku sebelumnya menganggur beberapa bulan karena musibah bencana gempa bumi. Ia mulai mengolah lahan untuk menanam sayuran dengan membajak lahan pertanian dengan alat mesin hand traktor miliknya.

“Akan kami tanami hortikultura seperti bawang, cabai, tomat, bayam, dan kangkung,” kata Sultan menambahkan.

Ia mengaku telah memenuhi kebutuhan air lahan miliknya menggunakan mesin pompa.

Rifai, petani di kecamatan Palu Selatan juga mengaku sudah mulai menggarap lahan miliknya sejak Desember 2018. “Selama ini ditanami berbagai komoditi jangka pendek,” kata Rifai.

Bahkan ia sudah mampu memanen hasil dan menjual ke pasar-pasar tradisional yang ada di Palu, Ibu Kota Provinsi Sulteng. Ia mengaku sempat telantar beberapa bulan karena bencana alam gempa bumi dan tsunami, sedangkan menggarap kembali lahan produksi berbagai jenis komoditas pangan dan hortikultura sudah menjadi tuntutan mendesak karena untuk kelangsungan hidup keluarga.

“Saya dan keluarga selama ini menggantungkan hidup dengan menggarap sebidang lahan pertanian ini,” katanya.

Sementara itu laporan kantor berita Antara menyebutkan sebanyak 40 ribu jiwa korban gempa bumi dan tsunami di Kota Palu masih bertahan di tenda-tenda pengungsi yang tersebar di seluruh wilayah itu.

“Masalah pengungsi masih merupakan perhatian serius dari Pemerintah Kota(Pemkot) Palu,” kata anggota DPRD Kota Palu, Yopie Kekung.

Menurut Yopie pengungsi yang masih berada di beberapa titik penampungan dengan korban bencana alam gempa,tsunami dan likuefaksi masih cukup banyak. (*)

Editor : Edi Faisol

loading...

Leave a Replay

Leave a Comment

Populer

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

loading...