Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

PIF desak audit limbah radioaktif di Kepulauan Marshall

Dame Meg Taylor. – RNZI/AFP

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Pohnpei, Jubi – Sekretaris Jenderal Forum Kepulauan Pasifik (PIF) telah meminta agar kubah nuklir di Kepulauan Marshall yang mungkin bocor segera diaudit, menunjukkan kekhawatirannya atas struktur yang penuh dengan limbah radioaktif itu.

Selama bertahun-tahun, banyak aktivis telah memberikan peringatan mengenai bahaya yang dibawa oleh kubah beton berdinding tebal 18 inci (sekitar 45 cm) itu, yang berlokasi di sebuah pulau kecil di Atol Enewetak, dan digunakan untuk menyimpan limbah nuklir sisa dari uji coba bom atom yang dilakukan pada 1950-an dan 1960-an.

“Yang tidak ada adalah verifikasi yang independen,” tegas Dame Meg Taylor, Selasa kemarin (18/6/2019). “Hal ini yang menakutkan orang-orang.”

Berbicara dengan Presiden Federasi Mikronesia (FSM), David Panuelo, Dame Meg berkata suatu audit independen di lokasi itu perlu dilakukan untuk menentukan apakah ada limbah yang merembes keluar, agar dapat mengurangi kepanikan warga, atau agar tindakan mitigasi dapat diambil.

“Masalahnya sekarang adalah laporan bahwa kubah itu bocor (dan jika benar), implikasinya untuk kehidupan itu sangat penting,” tegasnya, menurut ringkasan pertemuan yang diterbitkan oleh Pemerintah FSM.

Presiden Panuelo mengatakan isu ini adalah isu yang ‘sensitif’ bagi FSM, namun “sebagai kawasan kita memiliki hak untuk bersatu.”

Loading...
;

Saat melakukan kunjungannya ke Pasifik Mei lalu, Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, juga mengemukakan keprihatinannya tentang kubah di Enewetak.

Pada 2015, ekspedisi untuk memeriksa retakan kubah itu tidak menemukan tingkat kebocoran yang signifikan. (RNZI)


Editor: Kristianto Galuwo

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top