Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Pimpinan bank ini diduga peroleh fee dari pembobolan uang

Ilustrasi, pixabay.com

“Berdasarkan fakta, pimpinan Cabang BRI Purbalingga ini memperoleh fee dari para debitur yang tersangkut dalam kasus tersebut,”

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Semarang, Jubi– Pimpinan bank BRI Cabang Purbalingga dituding memperoleh fee dari pembobolan uang senilai Rp28,7 miliar. Hal tersebut disampaikan John Richard, sebagai pengacara para pegawai saat menyampaikan eksepsi atas dakwaan jaksa terhadap Associate Account Officer BRI Purbalingga Imam Sudrajat dan Account Officer Endah Setiorini, menjadi terdakwa kasus pembobolan BRI Purbalingga.

“Berdasarkan fakta, pimpinan Cabang BRI Purbalingga ini memperoleh fee dari para debitur yang tersangkut dalam kasus tersebut,” kata John Richard, saat sidang di Semarang, Selasa, (22/10/2019).

John memastikan kedua kliennya tidak menerima sepeser pun uang dari para debitur yang memalsukan dokumen agar bisa memperoleh kucuran pinjaman dari BRI itu. “Keduanya justru dikorbankan dalam perkara ini,” kata John menambahkan.

Loading...
;

John juga menyoroti tentang tidak adanya upaya kejaksaan untuk menyelidiki dugaan pemalsuan dokumen untuk memperoleh kredit di BRI tersebut. Pemalsuan dokumen tidak diungkapkan dalam perkara. Padahal seharusnya pemalsuan dokumen itu harus ditindak secara hukum terlebih dahulu.

Dua pegawai BRI Cabang Purbalingga yang diadili dalam dugaan pembobolan bank tersebut sebesar Rp28,7 miliar dengan modus kredit menggunakan nama orang yang diakui sebagai pegawai perusahaan tersebut.

Kedua pegawai BRI tersebut masing-masing Associate Account Officer BRI Purbalingga Imam Sidrajat dan Account Officer Endah Setiorini. Keduanya didakwa terlibat dalam pembobolan tersebut karena menyetujui pengajuan pinjaman 171 debitur bermasalah.

Keduanya diadili bersama tiga terdakwa lain, masing-masing Direktur PT Banyumas Citra Televisi (Banyumas TV) Firdaus Vidhyawan, Direktur CV Cahaya Aang Eka Nugraha, dan bendara perusahaan yang masih dalam satu grup korporasi itu, Yeni Irawati.  (*)

Editor : Edi Faisol

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top