PKH di Kabupaten Jayapura keluhkan dana transportasi

PKH di Kabupaten Jayapura keluhkan dana transportasi

Para Pendamping Keluarga Harapan usai pertemuan dengan pemerintah daerah – Jubi/Engel Wally

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Puluhan Pendamping Keluarga Harapan (PKH) mendatangi pemerintah daerah mempertanyakan dana transportasi yang dipotong oleh Dinas Sosial Kabupaten Jayapura tanpa sepengetahuan tenaga PKH yang bekerja di 19 distrik di Kabupaten Jayapura.

“Tahun lalu dana untuk transportasi sebesar Rp500 ribu diberikan setiap bulan di luar gaji kita dari Kementerian Sosial. Tetapi sekarang, jumlah tersebut diberikan per tiga bulan sekali,” ungkap Ance, Koordinator PKH Kabupaten Jayapura, di Gunung Merah Kantor Bupati Jayapura, Rabu (15/5/2019).

PKH merupakan program Kementerian Sosial RI dalam melakukan pendampingan terhadap keluarga yang mendapat bantuan dana sharing dari kementerian yang dikirim langsung melalui rekening kepala keluarga.

“Kami melakukan pendampingan kepada keluarga-keluarga yang menerima dana tersebut dari negara, dana tersebut dapat digunakan untuk kebutuhan pendidikan, kesehatan bagi anak-anak dalam satu keluarga. Jumlahnya bervariasi, tergantung komponen kebutuhan yang akan digunakan,” ujarnya.

Dari kinerja yang dilakukan selama ini, menurut Ance, ada hal yang sepertinya tidak pantas dilakukan oleh Kepala Seksi di Dinas Sosial yang membawahi program ini.

“Namanya Pak Daniel Dale. Beliau adalah Kepala Seksi Bencana, Bantuan Sosial, dan Fakir Miskin di Dinas Sosial. Ada kata-kata ancaman serta pemecatan yang dilontarkan kepada kami, padahal Beliu sendiri tidak tahu kondisi lapangan yang kami hadapi. Kami berharap komunikasi yang terbangun ini dapat direspons dengan baik, bahwa tugas lapangan itu sangat berat,” jelasnya.

PKH Kabupaten Jayapura telah bertemu langsung dengan pemerinah daerah, dalam hal ini Asisten Sekda Kabupaten Jayapura dan telah menyampaikan unek-unek yang selama ini dirasakan.

“Dokumen yang ditandangani oleh kami dalam bekerja adalah ada dana lima persen dari total bantuan yang diberikan kepada masyarakat diberikan kepada kami. Per tahunnya bantuannya ada Rp2 miliar, tinggal dibagi lima persen dari dana tersebut,” katanya.

Di tempat yang sama, Bobi Yoku, seorang PKH mengatakan dana transportasi ini sangat penting untuk mendukung kinerja para pendamping di lapangan.

“Kalau teman-teman yang mendapat tugas di Yapsi, Kaureh, Lereh, dan Airu, kira-kira dana sebesar Rp500 ribu itu cukup kah? Apalagi sekarang kita terima per tiga bulan sekali. Dinas terkait harus memberikan kejelasan terhadap hal ini,” pungkasnya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Populer

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)