Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

PM Marape tak hadiri Sidang Umum PBB ke-74

PM Marape berkata tidak pergi ke New York untuk hadiri Sidang Umum PBB ke-74 akibat ‘persoalan-persoalan domestik yang mendesak’. – Post-Courier

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Port Moresby, Jubi – Perdana Menteri PNG, James Marape, telah mengungkapkan alasannya untuk tidak pergi ke New York dan menghadiri Sidang Umum PBB ke-74 itu diakibatkan oleh ‘persoalan-persoalan domestik yang mendesak’.

PM Marape berkata awal minggu ini bahwa dia harus mengawasi pekerjaan Pemerintah PNG dalam memajukan reformasi bujeter, ekonomi, dan sosial. “Ini termasuk perlunya memusatkan perhatian pada revitalisasi ekonomi kita, mengatasi darurat anggaran saat ini, menangani masalah-masalah hukum dan ketertiban yang berkepanjangan, dan fokus pada isu-isu sosial, termasuk referendum yang akan datang di Bougainville.”

Marape mengatakan dia juga berpandangan bahwa dari sisi pengeluaran negara, mengirimkan sekelompok delegasi yang besar untuk menghadiri pertemuan seperti ini, bukan keputusan yang terbaik dalam hal penggunaan sumber daya keuangan negara yang terbatas saat ini. Dia mengungkapkan bahwa dia diinformasikan delegasi yang telah diusulkan untuk menemaninya ke New York terdiri dari sekitar 55 pejabat, dan dapat memakan biaya lebih dari K1, 2 juta.

“Itu tidak dapat diterima, dan saya secara pribadi telah memerintahkan agar rencana perjalanan sebagian besar delegasi itu dibatalkan. Hanya lima atau enam anggota staf penting yang akan pergi, dengan Menteri Luar Negeri, Soroi Marepo Eoe, yang saya percaya sepenuhnya, dengan bantuan tim kita yang sangat cakap di Kundu New York, yang akan mewakili kepentingan kita saat Sidang Umum PBB bertemu.”

Loading...
;

“Saya ingin menekankan pandangan saya akan pentingnya pertemuan Sidang Umum dan peran PBB. Khususnya terkait dengan isu perubahan iklim, yang tetap merupakan masalah yang sangat nyata dan mendesak bagi PNG dan pulau-pulau Pasifik.”

“Menteri Eoe akan berbicara di hadapan Sidang Umum PBB atas nama saya, dan menggunakan kesempatan itu untuk menegaskan kembali desakan Papua Nugini kepada negara-negara maju untuk berbuat lebih banyak, dalam upaya menghentikan dampak perubahan iklim dan untuk mematuhi kewajibannya berdasarkan Perjanjian Paris.” (Post Courier)


Editor: Kristianto Galuwo

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top