Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

PM PNG beri selamat untuk referendum Bougainville

Perdana Menteri PNG James Marape . – Post-Courier

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Port Moresby, Jubi – Perdana Menteri PNG, James Marape mengucapkan selamat kepada orang-orang Bougainville, atas penyerahan surat perintah pelaksanaan referendum, untuk menentukan masa depan politik Bougainville.

Marape berkata dengan diterbitkannya surat itu minggu lalu, 27 September, proses resmi untuk memulai referendum dimana hanya orang Bougainville akan memilih dapat segera dimulai.

Mereka dapat memilih untuk melanjutkan hubungan mereka dengan Papua Nugini atau merdeka.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih banyak kepada orang-orang di Bougainville dan khususnya, semua mantan pejuang Bougainville dan pemangku kepentingan lainnya, yang telah menghormati dan mengindahkan Perjanjian Perdamaian Bougainville yang telah memungkinkan solusi politik di Bougainville,” tuturnya.

Loading...
;

“Sejak penandatanganan Perjanjian Perdamaian Bougainville pada 2001, kita tidak pernah kehilangan satu nyawa pun dan tidak ada satu peluru pun yang ditembakkan. Ini menunjukkan kedewasaan dan cara Melanesia dalam menyelesaikan konflik antara kita.”

“Pemerintah Nasional percaya bahwa PNG tidak utuh tanpa Bougainville, dan kami mendukung agar hubungan ini tetap dihargai.”

“Hasil Referendum ini tidak mengikat dan akan dibahas oleh para pemimpin dari Pemerintah Nasional dan pemerintah otonom Bougainville. Parlemen Nasional kemudian akan melakukan pemungutan suara untuk menentukan hasil akhirnya, baik untuk otonomi yang lebih besar atau merdeka.”

Dia juga berterima kasih kepada para pemimpin di kedua belah pihak karena memastikan bahwa Perjanjian Perdamaian dipertahankan, dihormati, dan dilaksanakan dengan cara yang damai dan bersahabat.

“Saya juga memberikan penghormatan kepada mantan pemimpin PNG, termasuk mantan Perdana Menteri mendiang Bill Skate, yang berperan penting dalam mengakhiri konflik yang menewaskan banyak orang, dan kepada pendahulu saya, Yang Mulia Peter O’Neill untuk memastikan bahwa momentum proses perdamaian dapat dipertahankan.”

Sementara itu, gereja-gereja di Bougainville juga menyatakan pendirian mereka, untuk tetap menjaga persatuan dan menghormati keinginan masyarakat Bougainville dengan segala cara. Gereja-gereja itu mendorong anggota gereja dan semua orang Bougainville untuk menggunakan hak pilih mereka dengan baik. (Port-Courier)

 

Editor : Kristianto Galuwo

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top