Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

PM Tonga didemo pendukung demokrasi di Selandia Baru

Pendukung parpol demokrat Tonga, PTOA, melakukan unjuk rasa besar-besaran di hadapan United Church of Tonga Taufa’ahau Tupou IV, dimana Perdana Menteri Pohiva Tu’i’onetoa sedang berbicara. – Kaniva Tonga

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Auckland, Jubi – Pendukung parpol demokrat Tonga, PTOA, yang berbasis di Selandia Baru memprotes Perdana Menteri Tonga, Pohiva Tu’i’onetoa, dengan melakukan demonstrasi besar-besaran di Mangere, Auckland Selatan, Senin kemarin (16/12/2019).

Selama lebih dari lima jam, pengunjuk rasa menyanyikan lagu-lagu pujian dan memegang spanduk anti-pemerintah, melewati batas jalan yang ditetapkan oleh polisi untuk menjaga demonstrasi di seberang tempat pertemuan yang dihadiri oleh Perdana Menteri Tu’i’onetoa.

Pertemuan tersebut diadakan di United Church of Tonga, Taufa’ahau Tupou IV.

Petugas polisi, baik yang menyamar maupun berseragam, berdiri di depan dan di tengah-tengah massa demonstran untuk mencegah mereka menyeberang ke sebelah jalan, di mana PM Tu’i’onetoa sedang bertemu dengan sekelompok anggota komunitas Tonga di negara itu.

Ratusan demonstran pendukung partai demokrat itu tampak teratur dan tertib dalam protes damai ini. Namun situasi ini berubah dengan cepat ketika pendukung PM Tu’i’onetoa mulai mendorong dan memprovokasi massa PTOA.

Pendukung PTOA memegang berbagai spanduk mendesak PM Tu’i’onetoa untuk mundur dan menuduhnya sebagai pengkhianat.

Loading...
;

Dalam aula pertemuan, PM Tu’i’onetoa berkata bahwa dia senang bertemu untuk pertama kalinya dengan mereka yang hadir. Ia lalu meminta bantuan mereka dalam upayanya membangun bangsa.

Tu’i’onetoa membahas apa yang disebut sebagai ‘proyek Perdana Menteri’ selama pertemuan ini. Ini adalah prioritas utama kabinetnya, untuk memperbaiki semua jalan di Tonga. Ia mengingatkan anggota komunitas yang hadir bahwa itu adalah proyek yang diprakarsai dan disetujui oleh mantan pemerintah ʻAkilisi Pōhiva.

Pendukung PTOA telah mengkritik Tu’i’onetoa atas kesepakatan tersebut, menurut mereka ada konflik kepentingan. Beberapa juga mengkritik pendukung PM Tu’i’onetoa yang dulu menuduh pemerintah ʻAkilisi karena nepotisme, tetapi sekarang pemerintah Tu’i’onetoa juga melakukan hal yang sama.

Selang sesi tanya jawab, PM Tu’i’onetoa tidak menjawab pertanyaan dari koresponden program televisi Tagata Pasifika, John Pulu, yang bertanya apakah ada yang ingin ia ungkapkan tentang pengunjuk rasa yang berkumpul di luar dan mendesaknya untuk mundur. (Kaniva Tonga)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top