Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

PMI Deiyai dilantik, Kornelis Pakage jabat ketua

PMI Deiyai berfoto bersama setelah pelantikan. -Jubi/Abeth

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Setelah sembilan tahun lamanya Kabupaten Deiyai dimekarkan dari kabupaten induk, Paniai, baru pertama kalinya Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Papua melantik pengurus PMI Kabupaten Deiyai, untuk masa bakti 2019-2024.

Pelantikan yang berlangsung di aula Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai, Kamis, (31/10/2019), dihadiri para anggota kepengurusan.

Ketua harian PMI Provinsi Papua, Zakius Degei, mengatakan sejak PMI ada di Provinsi Papua, di Kabupaten Deiyai tidak pernah terbentuk PMI. Sehingga beberapa waktu lalu pihaknya menyurati ke bupati Deiyai, selanjutnya ditanggapi serius dan diberikan izin mendirikan PMI di wilayah Tigi.

“Sehingga bisa dikeluarkan rekomendasi untuk izinkan mendirikan PMI di Kabupaten Deiyai, sekaligus menunjuk Kornelis Pakage sebagai Ketua PMI,” kata Zakius Degei, ketika dikonfirmasi Jubi, Jumat, (1/11/2019).

Loading...
;

Menurut dia, dalam kepengurusan tersebut semua unsur telah masuk seperti perwakilan dari Dinas Kesehatan (Dinkes), dokter, perawat, kesehatan masyarakat, dan umum.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Deiyai karena sudah ada PMI di Deiyai. Karena ini baru ada PMI, makanya kami langsung terbitkan SK. Kalau sebelumnya ada, berarti pasti melalui Musda. Nanti setelah lima tahun berikut baru ada Musda untuk pergantian kepengurusan baru,” katanya.

Pihaknya meminta kepada PMI Deiyai untuk segera melakukan orientasi kepalangmerahan, dan membentuk relawan PMI. “Itu yang kami harapakan karena orientasi itu yang sangat penting.”

“Kami berharap PMI Deiyai bisa menjadi contoh, untuk kehadiran PMI di Kabupaten tentangga lainnya di wilayah Meepago,” tambahnya.

Menurutnya, PMI telah banyak berperan, bahkan sebelum kemerdekaan Indonesia sampai dengan saat ini masih berjalan di bidang kemanusiaan, maupun bantuan sosial lainnya.

“Saya yakin kehadiran PMI ini sangat bermanfaat, apalagi kami punya program-program bantuan kemanusiaan sangat banyak dan pasti kami akan lakukan di sana. Seperti bantuan mobil ambulans atau speed boat untuk kepentingan mengangkat atau menjemput pasien,” ujarnya.

Ia juga menyinggung tentang potensi bencana yang setiap saat bisa terjadi. Terutama di Kabupaten Deiyai yang tepat berada di kaki gunung Deiyai, Waiyai, dan Miye.

Zakius mengingatkan, PMI mengurusi banyak persoalan kemanusiaan, bencana dan menolong sesama. Oleh karenanya itu, organisasi PMI bukanlah tempat untuk mencari keuntungan atau profit, tetapi organisasi ini merupakan wadah mencari pahala.

“Karena dari organisasi ini lebih banyak menolong sesama yang membutuhkan uluran tangan,” katanya.

Bupati Deiyai, Ateng Edoway, mengapresiasi pelantikan pengurus PMI yang baru ini. Harapannya, ke depan PMI makin hebat dan dirasakan manfaatnya terutama oleh masyarakat yang membutuhkan.

“PMI ini bukan organisasi nirlaba, mereka tidak ada uangnya. Tapi, benar-benar murni sosial. Jadi, kami jamin para pengurus ini sudah teruji jiwa sosialnya,” ucapnya.

Ke depan, Edoway berpesan PMI bisa makin dikenal oleh semua elemen masyarakat. Tidak hanya dikenal oleh kaum intelektual.

“Saya berharap agar pengurus PMI Kabupaten Deiyai bisa menjadi percontohan menjadi pengurus PMI terbaik di Meepago atau pun Papua,” ujarnya.

Ketua PMI Kabupaten Deiyai, Kornelis Pakage, mengatakan pihaknya siap mendukung untuk mewujudkan PMI yang berfungsi baik di berbagai tingkatan, entah dalam pelaksanaan kegiatan, peraturan organisasi, sistem dan prosedur.

“Yang ditetapkan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, dan sarana prasarana yang diperlukan, dalam operasi penanganan bencana di seluruh wilayah Deiyai, dan ketahanan masyarakat untuk mengurangi risiko dampak bencana serta penyakit,” katanya.

Pakage mengatakan, sehingga meningkatkan pelayanan darah yang memadai, aman, dan berkualitas, untuk memperkuat hubungan kerja sama pihaknya dengan Pemerintah Provinsi Papua dan pemprintah pusat, dalam rangka menjalankan mandat dan fungsi PMI di bidang kemanusiaan.

“Sehingga kami telah membentuk pengurus PMI Kabupaten Deiyai, dan selanjutnya kami juga mohon bantuan PMI Provinsi dan pusat, untuk mendukung sarana dan prasarana lainnya,” ucapnya.

PMI setempat, kata dia, pihaknya menargetkan pendirian markas untuk kerja-kerja kepengurusan. “Program pertama yakni implementasi harapan PMI Provinsi Papua, yaitu agar PMI Deiyai bisa memiliki markas.”

“Kami ingin mewujudkan pesan Ketua Harian PMI Papua, menjadikan pengurus PMI Deiyai sebagai percontohan di Sulsel,” ujarnya.

Walaupun akan buka sekretariat di kantor Dinas Kesehatan setempat, pihaknya akan menaruh perhatian pada penguatan kelembagaan yang didukung dengan staf dan markas.

“Karena ini adalah ujung tombak dalam kerja-kerja kemanusiaan,” tambahnya.

Selain itu, lanjutnya, PMI adalah salah satu aset bangsa yang perlu dijaga dan dikelola secara profesional.

“PMI terus dituntut untuk berada di garis terdepan di bidang penanganan bencana, pengelolaan darah serta dalam menangani tugas kemanusiaan. Karena PMI adalah mitra strategis bagi pemerintah,” ujarnya.

Adapun mereka yang masuk dalam pengurus PMI Kabupaten Deiyai di antaranya, Ketua Kornelis Pakage, waket pengembangan organisasidan SDM Yefri Edowai, waket penanggulangan bencana dr. Aristawuriawan, waket bidang YANKES dan UKTD Simson Mote, Sekretaris Lemander Edowai, Bendahara Lina Ria Ukago ditambah empat orang anggota yaitu Hosea Pigome, Naomi Edowai, Daniel Pakage dan dr. Siskwa Wospakrik. (*)

Editor: Kristianto Galuwo

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top