PNG: Perdana Menteri baru, persoalan sama

PNG: Perdana Menteri baru, persoalan sama

James Marape dirangkul oleh salah satu pendukungnya setelah mengambil sumpahnya sebagai Perdana Menteri Papua Nugini yang Ke-10. – The Guardian/Vanessa Kerton/AFP/Getty Images

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Oleh Jonathan Pryke

Kamis hampir dua pekan yang lalu, 30 Mei 2019, James Marape dipilih dan dilantik sebagai Perdana Menteri ke-10 Papua Nugini, setelah drama berkepanjangan dalam dunia politik negara tetangga terdekat Australia itu beberapa minggu sebelumnya.

Lima puluh hari berlalu setelah mantan menteri keuangan itu dan pendukungnya mengundurkan diri dari koalisi pemerintah O’Neill, dan 10 hari sejak ia diumumkan sebagai calon perdana menteri dari pihak oposisi, Marape kembali ke sisi pemerintah pada Rabu, 29 Mei 2019, setelah Peter O’Neill resmi mengundurkan diri dari jabatannya. Dalam pemungutan suara untuk mengganti O’Neill sebagai pemimpin negara itu, Marape berhasil memenangkan 101 suara dari 111 suara dalam parlemen bersistem satu kamar itu.

O’Neill akan turun jabatan sebagai perdana menteri yang paling lama menjabat kedua di negara itu, ia berkuasa hampir delapan tahun. Dia akan meninggalkan warisan politik yang penuh perkara. Seorang pakar dalam berpolitik, O’Neill telah terbukti sangat terampil dalam menggunakan semua kekuasaan yang ia miliki untuk menjaga koalisinya tetap bersatu, ketangkasannya melampaui lima perdana menteri Australia selama ia memimpin.

Namun dalam hal kebijakan-kebijakan pemerintah, ia sangat mengecewakan. Ekonomi PNG telah dilumpuhkan oleh guncangan faktor eksternal dan kronisme internalnya. Meskipun ia mengumbar komitmen yang tinggi seperti pendidikan gratis dan layanan kesehatan untuk semua masyarakat, kualitas dan distribusi layanan mendasar ini terus menurun. Bangsa ini tidak sedang menuju ke arah yang benar. Saya memiliki rasa simpati yang mendalam untuk sulitnya pekerjaan seorang pemimpin dalam sistem yang kompleks dan sulit untuk diatur seperti Papua Nugini, tetapi masa jabatan O’Neill masih tetap gagal.

Seperti ironi yang kejam bagi O’Neill, sebuah kesepakatan besar yang ia harap akan menjadi warisan paling besar dari era jabatannya sebagai PM, tampaknya justru menjadi faktor pendorong utama dari kejatuhannya. Berupaya untuk mempercepat proses, O’Neill sebagai Perdana Menteri mengambil alih proses negosiasi dengan Total, sebuah perusahaan migas Prancis, untuk memaksa resminya kesepakatan mengenai Papua LNG, sebuah proyek gas bumi bernilai AS$12-14 miliar yang diharapkan akan menggandakan volume dan nilai ekspor gas bumi negara itu.

Marape mengungkapkan bahwa akibat kesepakatan itu, dan yang paling penting, aspek pembagian manfaat dan keuntungan, sebagai alasan partainya meninggalkan kubu pemerintah, memicu 50 hari penuh dengan kekacauan politik di negara itu. Sekarang semua itu telah berakhir. Dengan mandat rakyat yang hanya bisa diimpikan oleh politisi Australia yang paling populer, dan masyarakat yang bersemangat untuk adanya perubahan, ada ekspektasi yang tinggi bagi Marape untuk membawa Papua Nugini ke jalan yang baru.

Tantangan terbesar bagi PM Marape adalah untuk meyakinkan publik bahwa semua drama ini berarti, dan bahwa perubahan akan segera terjadi, sementara pada saat yang sama tetap berurusan dengan berbagai karakter dan kepentingan mengakar yang ia warisi dari pemerintahan O’Neill. Susunan dan komposisi kabinetnya, serta penunjukan staf birokrasi yang penting, seperti posisi Chief Secretary, akan mengindikasikan seberapa banyak kontinuitas yang akan kita lihat dari era O’Neill. Kemungkinan besar kita akan melihat lebih banyak kesinambungan dan bukan perubahan.

Kesepakatan migas yang baru-baru ini dinegosiasikan oleh O’Neill kemungkinan akan dibuka kembali, namun kemungkinan besar tidak akan ada perubahan besar. PM Marape juga telah mengisyaratkan akan meninjau kembali undang-undang pertambangan negara itu, ancaman yang mungkin membuat industri ekstraktif ketakutan. Mengingat riwayat pekerjaannya sebagai menteri keuangan, dan asalnya dari wilayah pegunungan tinggi yang sangat bergantung pada sumber daya mineral atau migas, kecil kemungkinan kita akan melihat reformasi yang menyeluruh. Sektor SDA harus mengambil kesempatan ini untuk merenungkan dan mempelajari cara meningkatkan pembagian keuntungan – perusahaan-perusahaan asing yang terlibat tidak boleh terus menerus menghasilkan laba yang signifikan, sementara pemerintah hampir tidak pernah mendapatkan pajak dan berharap tidak akan ditekan.

Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, perlu bekerja cepat untuk membangun hubungan kemitraan dengan PM Marape. Sebagai negara tetangga terdekat Australia, penerima bantuan paling besar, mitra bidang keamanan yang penting, dan mitra perdagangan dan investasi bilateral, ada banyak hal yang dipertaruhkan. Peter O’Neill dulu adalah mitra Australia yang erat dalam sejumlah bidang, mulai dari menegakkan kebijakan pusat penahanan imigrasi lepas pantai di Pulau Manus, hingga melindungi kepentingan-kepentingan bisnis Australia. Dia juga memainkan bisa menyeimbangkan kepentingan Australia dan Tiongkok dengan baik, yang juga dominan di Papua Nugini. Kunjungan bilateral dari Morrison dan kunjungan kenegaraan dari PM Marape ke Australia harus ada di agenda kedua pemimpin dalam waktu dekat.

Morrison juga telah menunjukkan bahwa ia benar-benar percaya akan pentingnya Pasifik bagi kepentingan nasional Australia. Australia ingin menjadi pemimpin di Pasifik, dan seluruh dunia juga mengharapkan Australia untuk menjadi pemimpin. Kunjungannya ke Kepulauan Solomon pekan lalu akan menandai kunjungan bilateral ketiganya ke kawasan Pasifik dalam lima bulan terakhir – upaya yang belum pernah terjadi sebelumnya dari seorang pemimpin Australia, dan menunjukkan komitmen dan keyakinan atas wilayah Pasifik ini, di mana hubungan pribadi adalah hal yang paling utama dalam kerjasama antar negara.

Mari kita berharap tren ini berlanjut dengan PM James Marape. (The Australian Financial Review)

Jonathan Pryke adalah direktur Program Kepulauan Pasifik di Lowy Institute.

 

Editor: Kristianto Galuwo

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Populer

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)