HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

PNG tuntut janji kontrak jalankan pusat penahanan di Manus

PNG tuntut janji kontrak jalankan pusat penahanan di Manus

Pusat penahanan imigrasi Australia di Pulau Manus. – The Guardian

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Port Moresby, Jubi – Papua Nugini menolak rencana Australia melanjutkan kontrak kontroversialnya dengan Paladin, untuk mengelola pusat penahanan pengungsi dan pencari suaka di Pulau Manus.

Kontrak bernilai $423 juta dengan Paladin, perusahaan yang saat ini sedang menjadi subjek investigasi kantor audit nasional Australia, akan selesai dalam waktu kurang dari dua minggu, dan menteri dalam negeri Australia, Peter Dutton, mengisyaratkan pada Minggu lalu (16/6/2019), bahwa kemungkinan besar kontrak itu akan diperpanjang.

Namun Menteri Keimigrasian PNG, Petrus Thomas mengatakan, pemerintah PNG berharap kontrak itu dapat ‘dibatalkan atau diakhiri’ pada akhir Juni, dan bahwa kepala badan imigrasi itu telah menyurati kementerian urusan dalam negeri Australia dengan usulan itu.

Pemerintah PNG ingin ada proses tender yang transparan, dan yang paling penting, akan merekomendasikan  perusahaan nasional,” katanya. “Perusahaan-perusahaan PNG sekarang sudah memiliki kapasitas dan keahlian untuk melakukan pekerjaan itu dan harus diberikan kesempatan untuk berpartisipasi.”

Pemerintah PNG seharusnya mengambil alih menjalankan fasilitas itu dan segenap layanannya, ketika pusat penahanan itu ditutup pada November 2017, namun sesaat sebelum tanggal yang ditentukan PNG dianggap belum siap untuk mengambil alih. 

Masih ada sekitar 800 pengungsi dan pencari suaka yang ditempatkan di dua lokasi lepas pantai – Pulau Manus di PNG dan Nauru. (The Guardian)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Populer

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)