Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Polda Papua bantah ada dugaan permainan penerimaan casis Polri

Jubi | Tetap No. 1 di Tanah Papua

Jayapura, Jubi – Sekretaris Komisi I DPR Papua yang membidangi pemerintahan, politik, hukum dan HAM, Mathea Mamoyao menduga ada kingkalikong dalam penerimaan calon siswa (casis) Polri di Papua sehingga menyebabkan anak-anak asli Papua minim yang lolos tes.

"Saya dengar dalam rekrutmen casis Polri, ada titit-titipan ini dari pihak tertentu, termasuk orang dalam. Bersainglah sehat. Kalau benar penerimaan 70 persen anak asli Papua dan 30 persen non Papua, harus dibuktikan," kata Mathea, Senin (12/6/2017).

Menurutnya, selama ini banyak keluhan yang diterima pihaknya dari orang tua dan anak-anak asli Papua terkait penerimaan casis Polri yang gagal dalam tes lantaran menduga ada permainan.

"Kami menduga ada ketidak adilan yang terjadi. Saya pernah bertemu Pak Kapolda Papua, Boy Rafi dan beliau menyatakan penerimaan 70:30 persen, bahkan bisa 80:30 persen. Jangan sampai ini hanya slogan saja," ujarnya.

Ia khawatir ada anggapan dari orang tua atau casis Polri yang gagal, mereka merasa diperlakukan tak adil, sehingga memunculkan berbagai pemikiran miring.

Terpisah, Kabid Humas Polda Papua, Kombes (Pol) AM. Kamal mengatakan, seleksi casis Polri di Papua tetap memprioritaskan 70 persen anak-anak asli Papua. Namun ini seleksi, bukan ujian.

Loading...
;

“Inikan dilakukan bertahap dan sistem gugur. Tetap berjalan normatif sesuai tahapan seleksi itu sendiri. Tidak ada permainan, kalau ada permainan segera melapor karena ada tim pengawas,” kata Kombes (Pol) AM. Kamal.

Menurutnya, ada tim pengawas yang mengawasi penerimaan anggota Polri, pengawas internal, langsung dari Irwasda, Propam dan pengawas eksternal dari Komnas HAM. (*)

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top