Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Polda Papua konfirmasi sudah ada terduga oknum polisi pemukul wartawan

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi – Sejumlah oknum anggota Polres Jayapura diduga terlibat kasus pemukulan wartawan Jubi, Yance Wenda, 1 Mei 2017 lalu.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes (Pol) A.M. Kamal mengatakan, telah dilakukan pemeriksaan oleh Propam Polda Papua, dan beberapa saksi sudah diperiksa, termasuk saksi korban dan mereka yang berada di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).

"Hasil sementara ada beberapa terduga pelaku pelanggar. Ini kasusnya sudah dikonfirmasi ke Dir Propam Polda dan dilimpahkan ke Kapolres Jayapura karena penegakan hukumnya di Polres Jayapura," kata Kombes (Pol) A.M. Kamal kepada Jubi, Jumat (19/5/2017).

Ia mengingatkan anggota Polri dijajaran Polda Papua agar tidak bertindak di luar aturan. Katanya, raward dan punishmen berlaku kepada siapa pun anggota Polri dan dimanapun berada.

"Jangan pikir hanya anggota yang ada di Polda Papua, sehingga yang di daerah aman-aman saja," ujarnya.

Katanya, berikan hak dan kemerdekaan kepada siapa saja untuk melakukan kegiatan-kegiatan kemasyarakatan, apalagi jika kegiatan itu bertujuan untuk kepentingan publik. 

Loading...
;

Kapolda Papua, Inspektur Jenderal (Pol) Boy Rafli Amar ketika coffee morning bersama insan pers di Mapolda Papua, Senin (15/5/2017) mengatakan, prihatin terhadap kekerasan jurnalis, terutama di Papua, baik pelaku dari masyarakat maupun oknum anggota Polri. Ia mengatakan, profesi jurnalis memang rentan bahaya. Sama halnya dengan kepolisian, resikonya tinggi.

"Kalau pelaku kekerasan adalah anggota Polri, maka harus ditindak tegas. Tidak boleh rampas kamera jurnalis. Kalau ada yang seperti itu, itu masih ketinggalan zaman," kata Boy Rafli Amar. 

Katanya, masyarakat juga harus diberi pemahaman seperti apa posisi pers. Masih banyak masyarakat yang harus dibimbing dan diberi pemahaman . Namun kata dia, dalam bekerja, jurnalis dituntut profesional dan berimbang dalam pemberitaan (cover both side), karena tidak menutup kemungkinan aksi kekerasan terhadap jurnalis ada kaitannya dengan pemberitaan. (*)

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top