Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Polda Papua turunkan tim untuk selidiki penembakan yang tewaskan warga Deiyai

Kepala Bidang Humas Polda Papua, Kombes Pol AM Kamal – Jubi/Arjuna Pademme

Papua No. 1 News Portal | Jubi
Jayapura, Jubi – Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua, Komisaris Besar Polisi Ahmad Mustofa Kamal menyatakan Kepolisian Daerah Papua telah menurunkan tim untuk menyelidiki kasus penembakan warga dan pembakaran markas Kepolisian Sektor Tigi. Hal itu dinyatakan Kamal ketika dihubungi melalui pesan layanan singkat pada Kamis (23/5/2019).

Kamal menjelaskan tim itu terdiri dari Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) dan penyidik Direktorat Reserse Kepolisian Daerah (Polda) Papua. Kepala Bidpropam Polda turut serta dalam tim tersebut.

Kamal menyatakan tim dari Polda Papua itu juga melakukan trauma healing terhadap tiga perempuan yang diduga menjadi korban pelecehan yang terjadi dalam amuk massa yang membakar Kepolisian Sektor (Polsek) Tigi pada Selasa (21/5/2019) lalu.  “Tim SDM Polda Papua melakukan trauma healing terhadap tiga wanita yang menjadi korban pemerkosaan saat kejadian pembakaran Polsek Tigi. Satu di antaranya merupakan anak berusia 10 tahun,” ujar Kamal.

Terkait dengan keberadaan Yulianus Mote, warga Wagete yang tewas tertembak polisi pada Selasa lalu, Kamal menyatakan Yulianus Mote telah dimakamkan pada Kamis. Seorang warga Wagete lainnya, Melianus Dogopia yang tertembak di bagian kaki masih dirawat di rumah sakit Nabire, namun sudah dijadikan tersangka dalam kasus itu.

“(Korban tewas) sudah dimakamkan. Seorang lainnya, sudah ditetapkan sebagai tersangka, dan mengalami luka (tembak) di bagian kaki, kini sedang dirawat di rumah sakit Nabire,” kata Kamal.

Loading...
;

Penembakan dan amuk massa yang membakar markas Polsek Tigi pada Selasa lalu bermula ketika empat pemuda yang mabuk mencegat dan memalak mobil yang melintas di dekat SMP YPPK Wagete. Sopir yang menolak dipalak mengadu ke Polsek Tigi, sehingga sejumlah polisi mendatangi lokasi itu.

Polisi menyatakan Melianus Dogopia merupakan salah satu dari empat pemuda mabuk yang mencegat dan memalak mobil yang melintas di Wagete. Polisi menyatakan Dogopia yang sempat dibawa pergi keluarganya kembali ke lokasi pemalakan dengan membawa panah, dan merusak mobil polisi. Polisi mengaku telah memberikan tembakan peringatan yang tidak dihirauakan Dogopia, sehingga polisi menembak kaki Dogopia.

Penembakan terhadap Dogopia itulah yang menimbulkan amuk massa yang akhirnya membakar markas Polsek Tigi pada Selasa petang, dan menghancurkan empat mobil di halaman markas Polsek Tigi. Yulianus Mote tewas tertembak ketika polisi menghalau massa pasca terbakarnya Polsek Tigi.

Anggota DPR Papua, John NR Gobai yang menghadiri pemakaman Yulianus Mote mengatakan Yulianus telah dimakamkan di depan Polsek Tigi. “Itu merupakan simbol bahwa masyarakat dan keluarga korban meyakini Mote meninggal karena ditembak polisi,” kata Gobai.

Ia meminta Komisi Nasional Hak Asasi Manusia segera menurunkan tim menginvestigasi kasus penembakan dan pembakaran Polsek Tigi di Wagete itu. “Kami meminta Kepala Kepolisian Daerah Papua bertanggungjawab terhadap kasus itu. Oknum polisi yang terlibat harus dipecat di depan rakyat, dan diborgol sebagaimana perlakuan yang biasa diterima masyarakat biasa di Papua,” ujarnya. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top