Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Polda siap Metro buru Caleg cabul

Ilustrasi pixabay.com

Caleg AH Diduga melakukan pencabulan terhadap anak di bawah umur, melarikan diri ke wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jakarta, Jubi – Polda Metro Jaya menyatakan siap bekerja sama dengan Polres Pasaman Barat terkait kasus pencabulan oleh AH, seorang Calon Anggota Legislatif cabul asal Pasaman Barat, Sumatera Barat. AH yang diduga melakukan pencabulan terhadap anak di bawah umur dikabarkan melakukan pelarian ke wilayah hukum Polda Metro Jaya.

“Kalau pelaku yang diduga melakukan pidana di luar Jakarta seandainya masuk ke Jakarta atau wilayah hukum Polda Metro Jaya, kami siap juga membantu untuk mencari pelaku siapa dan di mana lokasinya,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, Kamis, (14/3/2019).

Baca juga : Korban pencabulan trauma, pelaku masih berkeliaran

Loading...
;

Bocah empat tahun dicabuli oknum ASN Jayawijaya

Argo mengaku, meski saat belum mendapatkan informasi mengenai Caleg PKS tersebut apakah benar lari ke Jakarta atau tidak. “Sejauh ini belum ada informasi ya,” kata Argo menambahkan.

Caleg AH, yang dilaporkan terkait kasus pencabulan di Pasaman Barat, Sumbar, berasal dari PKS. Namun DPD PKS Pasaman Barat menyatakan AH bukan caleg dari kader internal, melainkan eksternal.

“Beliau adalah tokoh masyarakat. Dikenal baik. Itu yang menyebabkan kita tertarik untuk membawanya sebagai Caleg,” kata Ketua DPD PKS Kabupaten Pasaman Barat, Fajri Yustian.

Berita terkait : Menteri PPPA minta pelaku pencabulan anak ditindak tegas

Cabuli bocah, seorang residivis terancam 7 tahun penjara

Pelaku pelecehan seksual divonis tujuh tahun oleh PN Jayapura, keluarga korban kecewa

 

Fajri menyatakan AH bukan kader internal PKS namun dari luar partai yang dicalonkan sebagai anggota dewan. Fajri mengaku terkejut dengan kabar tersebut karena berdasarkan rekam jejak, AH tak punya catatan buruk.

PKS sebagai partai pengusung, menurut Fajri, akan bekerja sama dengan polisi untuk mencari tahu keberadaan AH agar bisa menjelaskan tuduhan yang dialamatkan kepadanya.

Baca juga : Kekerasan anak dan perempuan di Pontianak mencapai 123 kasus

Kakek pemerkosa anak kandung tak cukup dikebiri

AH dilaporkan ke polisi sejak 7 Maret 2019 dengan dugaan melakukan pencabulan terhadap anak kandungnya sendiri. Dalam laporan yang diterima polisi disebutkan bahwa pencabulan berlangsung sejak korban berusia tiga tahun. Ia masuk Dalam Daftar Calon Tetap (DCT) anggota DPRD Kabupaten Pasaman Barat pada Pemilu 2019 ini,  dengan nomor urut 4 dari Dapil Pasaman Barat III. (*)

Editor : Edi Faisol

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top