Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Polemik lahan Bank Papua belum tuntas

Warga menuntut ganti rugi kepemilikan lahan kepada Bank Papua, Jumat pekan lalu – Jubi/Titus Ruban

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Mediasi masih menemui jalan buntu. Pihak keluarga memberi tenggat tiga hari kepada Bank Papua untuk melunasi ganti rugi lahan.  

PERTEMUAN mediasi terhadap penyelesaian konflik lahan masih menemui jalan buntu. Penuntut maupun pihak Bank Papua Cabang Nabire sama-sama berkukuh pada pendirian masing-masing.

Keluarga pemilik lahan tetap menuntut ganti rugi sebesar Rp15 miliar, sedangkan pihak Bank Papua menganggap alih kepemilikan lahan tersebut telah sah secara hukum. Begitu pula pandangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire, mereka sebagaimana pihak Bank Papua pun turut menyarankan persoalan ini diselesaikan secara hukum.

Mediasi yang berlangsung di Kantor Bank Papua Cabang Nabire tersebut berjalan alot dan sempat memanas, tetapi tetap tertib. Pada pertemuan itu, Bank Papua Nabire diwakilkan Kepala Divisi Umum, Vina Maro, dan Pemkab Nabire diwakilkan Asisten I, La Halim, dan Asisten II, Pieter Erary.

Loading...
;

Hadir pula Kepala Bagian Perencanaan Polres Nabire, AKP Sofyan Samakori. Selain itu, Pengurus Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Nabire serta perwakilan adat Suku Wate dan Suku Yerisiam Gua saat mediasi.

Mediasi yang difasilitasi Polres Nabire tersebut dimulai sekitar pukul 10.00 Waktu Papua, dan baru berakhir sekitar lima jam kemudian. Mediasi menemui jalan buntu dan bakal dilanjutkan pada Jumat lusa. Namun, pihak pemilik lahan mengultimatum Bank Papua Nabire segera melunasi ganti rugi dalam tiga hari ke depan.

“Kami minta tidak ada negosiasi lagi nanti. Tuntutan sebesar Rp15 miliar langsung dilunasi pada Jumat ini,” kata Sen Yamban, putra mendiang Robert Yamban, yang mewakili pihak keluarga pemilik lahan.

Pemalangan kantor

Kisruh kepemilikan lahan antara Keluarga Yamban dan Bank Papua berujung pada penyegelan kantor pada Jumat pekan lalu. Aksi serupa telah beberapa kali dilakukan untuk menuntut ganti rugi atas pengunaan lahan garapan Keluarga Yamban sebagai Kantor Bank Papua Cabang Nabire.

“Aksi ini sudah berulang kali, tetapi belum ada jawaban pasti dari pihak bank. Pihak keluarga akan terus menuntut kejelasan karena persoalan ini sangat merugikan mereka,” kata Viktor Mori, Perwakilan Keluarga Yamban, saat aksi pemalangan atau penyegelan Kantor Bank Papua Nabire.

Mori, yang juga Sekretaris LMA Nabire, mendesak Bank Papua mengabulkan tuntutan ganti rugi terhadap lahan milik warga mereka tersebut.

“Kami harap pihak bank segera menanggapi tuntutan keluarga agar masalah ini segera selesai.”

Sementara itu, Kepala Kantor Bank Papua Cabang Nabire, Andreas Baunik, memastikan kepemilikan lahan mereka legal. Lahan telah bersertifikat hak milik dan dibeli secara resmi serta sah dari Pemkab Nabire, beberapa tahun lalu.

“Jadi, kepemilikan Bank Papua terhadap tanah ini semua ada legalitasnya.”

Baunik juga menyesalkan berlarut-larutnya permasalahan tersebut. Keluarga pemilik lahan kerap melakukan pemalangan terhadap kantornya gara-gara tuntutan mereka tidak bisa dipenuhi.

Baunik pun menyarankan pihak keluarga menempuh jalur hukum melalui pengadilan. Jika itu dilakukan, dia menjamin mereka akan menghormati apa pun putusan hukum terhadap perkara tersebut.

“Jika keluarga tidak menerima (status kepemilikan lahan saat ini), dipersilakan menempuh jalur hukum. Jika kami kalah, tentu kami akan bayar (ganti ruginya),” kata Baunik mengonfirmasi Koran Jubi. (*)

Editor: Aries Munandar

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top