HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Polisi akhirnya menerobos masuk asrama, belasan mahasiswa Papua ditangkap

Suasana Asrama Mahasiswa Papua Kamasan III di Surabaya, Jumat (16/8/2019). – Dok. AMP

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Polisi akhirnya mendobrak pintu dan menerobos masuk ke dalam Asrama Mahasiswa Papua Kamasan III di Surabaya, Sabtu (17/8/2019) sekitar pukul 15.00 WIB. Para mahasiswa Papua yang berada di dalam asrama dipaksa keluar dengan berjalan jongkok menuju truk polisi, dan diangkut menuju Markas Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya.

Salah satu mahasiswa yang berada di asrama itu menuturkan pada Sabtu sore sejumlah orang kembali terlibat berkumpul di depan Asrama Mahasiswa Papua Kamasan III. Dalam situasi itu, polisi memakai pelantang untuk menyuruh para mahasiswa di dalam asrama untuk keluar.

Para mahasiswa Papua memilih tetap bertahan di dalam asrama. Polisi akhirnya mendobrak gerbang asrama. “Sebelumnya kami ditembaki gas air mata. Saya mendengar sedikitnya ada lima tembakan gas air mata,” kata mahasiswa itu.

Polisi akhirnya menerobos masuk ke dalam asrama, dan menyuruh para mahasiswa di sana tiarap. Para mahasiswa kemudian disuruh keluar dari asrama dengan berjalan jongkok. Saksi menuturkan para mahasiswa berjalan jongkok dan digiring menuju truk polisi, dan dibawa ke Markas Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya.

Loading...
;

Kepala Polrestabes Kota Surabaya, Komisaris Besar Sandi Nugroho saat dikonfirmasi sebelum polisi menerobos masuk asrama menyatakan pengepungan asrama pada Jumat (16/8/2019) dilakukan oleh masyarakat. Sandi menyatakan warga mendatangi Asrama Mahasiswa Papua setelah menemukan ada tiang bendera merah putih yang patah dan dibuang ke selokan.

“Ada masyarakat yang menemukan tiang benderah merah putih dalam kondisi yang  patah dan masyarakat melihat benderanya di buang di selokan,” kata Sandi saat dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu (17/9/2019).

Sandi menyatakan sejumlah kelompok pemuda marah dengan penemuan bendera di selokan itu. Mereka kemudian bertemu dengan warga yang mengaku melihat orang yang mematahkan tiang dan membuang bendera itu. Warga itu menyatakan orang tersebut kemudian masuk ke dalam Asrama Mahasiswa Papua. Kabar itu menyebar cepat, sehingga warga berbondong-bondong mendatangi asrama.

Sandi menyatakan polisi telah berusaha memediasi masalah itu, dan membujuk kelompok warga untuk membubarkan diri. Menurutnya, sebagian besar kelompok warga yang mengepung Asrama Mahasiswa Papua sudah membubarkan diri pada Jumat pukul 21.00 WIB. Sandi membantah jika pengepungan terjadi hingga lewat tengah malam.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top