Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Polisi anggap rentetan demo di Papua Barat tak murni soal rasisme

Aksi demonstrasi mahasiswa di jalan Gunung Salju Amban 3 September 2019. Polisi menduga aksi susulan di Manokwari tidak lagi murni tapi disusupi KNPB. (Jubi/Hans Arnold Kapisa).

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Manokwari,  Jubi – Polda Papua Barat  melalui jajaran Polresnya telah menetapkan 31 orang sebagai tersangka dari total 71 laporan polisi, pasca aksi demonstrasi yang dimulai sejak 19 Agustus hingga 3 September 2019.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dir reskrimum) Polda Papua Barat, Kombes Robert Dacosta, menerangkan dari 31 tersangka rata-rata adalah pelaku pengerusakan, pembakaran, penjarahan, dan penghasutan dalam rangkaian aksi di Manokwari, Sorong, Fakfak dan Bintuni, pada medio Agustus hingga September 2019.

Dalam pengembangan penyidikan pasca aksi 19 Agustus, sebut Dacosta, letupan aksi masih bermuculan di Manokwari. Polisi pun menduga, aksi susulan di Manokwari pada tanggal 3 dan 6 September 2019, bukan murni menolak Rasisme, namun telah  disusupi oleh kelompok yang ingin referendum.

“Kelompok yang melakukan aksi setelah 19 Agustus di Manokwari maupun di Sorong dan Fakfak diduga telah disusupi oleh kelompok KNPB,” ujar Dacosta dalam konferensi pers di Media Center Polda Papua Barat, Rabu (25/9/2019).

Loading...
;

Diapun membenarkan, penangkapan terhadap sejumlah mahasiswa telah dilakukan, karena berdasarkan hasil penyelidikan tim khusus gabungan bentukan Polda Papua Barat, didapati sejumlah  aktor  yang melakukan penghasutan dan pemufakatan jahat.

“Benar, ada sejumlah mahasiswa yang kami tangkap. Mereka bukan diculik. Mereka diantaranya  berinsial EA, YA, dan PM. Mereka ini diduga melakukan penghasutan, Tapi mereka bukan anggota KNPB,” ujar Dacosta.

Sementara, Yan Christian Warinussy koordinator tim penasehat hukum LP3BH Manokwari untuk EA,YA dan PM mengatakan, ketiga kliennya dalam kondisi sehat hingga saat ini. Setiap proses pemeriksaan yang dijalani tiga  kliennya terus mendapat pendampingan oleh timnya.

“Tiga adik kami sehat, baik EA yang diperiksa pada tanggal 21 September maupun YA dan PM yang diperiksa pada tanggal 24 September. Tim penasehat  hukum LP3BH Manokwari terus melakukan pendampingan,” ujar Warinussy.

Lebih lanjut, Warinussy juga mengakui bahwa sebagai Advokat dan Pembela  HAM di Papua Barat, ia juga telah menerima surat panggilan dari Polda Papua Barat untuk dimintai keterangannya sebagai saksi.

“Saya juga dipanggil Penyidik Polda  Papua Barat untuk memberikan keterangan sebagai saksi besok ( Kamis, 26 September 2019) terkait aksi demonstrasi di Amban pada tanggal 3  September 2019,” ujarnya. (*)

Editor: Edho Sinaga

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top