Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Polisi diduga langgar prosedur saat tangkap Yunus Alitnoe

Yunus Alitnoe yang ditangkap aparat Kepolisian dari Polres Manokwari – Jubi/Dok

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Aparat kepolisian diduga melanggar aturan saat menangkap Yunus Alitnoe yang merupakan Mahasiswa Universitas Negeri Papua. Pasalnya saat penangkapan Sabtu, (21/9/2019), Kepolisian Polres Manokwari tak menunjukan Surat Perintah Penangkapan.

Perwakilan keluarga, Yohanes Alitnoe mengatakan, apa yang dilakukan aparat kepolisian merupakan pelanggaran. Ia juga menyayangkan penangkapan Yunus yang diperlakukan seperti penjahat.

“Adik saya Yunus Alitnoe Mahasiswa Unipa Fakultas Satra dan Budaya Jurusan Antorpologi diculik hari 21 September 2019, oleh kepolisian Polres Manokwari, tanpa menunjukan surat penagkapan,” kata Yohanes Alitnoe kepada Jubi, Minggu (22/09/2019).

Dikatakan Yohanes, penangkapan Yunus dilakukan saat tengah makan siang bersama keluarga. Pada pukul 13.39 WP, datanglah sejumlah aparat berpakaian preman

Loading...
;

“Mereka Setelah dikepung Gubuk Suapeng, dua orang datang tanpa tanya dan menunjukan surat perintah penangkapan dari atasan mereka, minta kartu Mahasiswa, kemudian ditangkap dan dorong bawah keluar ke jalan yang mana, saat itu sudah sediahkan mobil. Kami keluarga tanya alasan penangkapan tetapi kata aparat Yunus ditangkap terkait pemalangan kampus Unipa bukan demo rasisme,” kata Yohanes.

Yohanes membantah tuduhan aparat yang menyebut Yunus ditangkap karena pemalangan kampus. Menurutnya, persoalan kampus sudah diselesaikan secara internal bersama pihak kampus pada 14 september 2019.

“Kami sangat kecewa sekali karena kita lakukan pemalangan itu masalah internal kita. Ibaratnya itu antara orang tua dan anak, Jadi sesuatu barang tidak ada maka anak menuntut kepada Bapa untuk harus selesaikan begitu. Maka keluarga minta pasal apa yang dikenakan anak kami harus transparan.  Tidak boleh ada lakukan kekerasan terhadap adik kekasih kami. Karena Yunus ditangkap bukan karena rasisme tapi pemalangan kampus,” katanya.

Penasihat Hukum, Yan Christian Warinussy dari LP3BH Manokwari mengaku terkejut dengan penangkapan sejumlah mahasiswa yang kini menjadi kliennya. Ia mengaku akan berupaya mendampingi para mahasiswa agar mendapat keadilan.

“Ketiga klien kami ini ditangkap secara beruntun memang cukup membuat kami terkejut dan kaget serta menyangkannya. Kami mengharapkan agar sebagai Penasihat Hukum kamij diberi akses untuk dapat senantiasa bertemu dengan ketiga orang klien kami yakni Erick Aliknoe, Pende Mirin dan Yunus Aliknoe,” katanya.

Sementara, Kapolres Manokwari, AKBP Adam Erwindi menyebutkan, penangkapan yang dilakukan ini bukan atas kasus pemalangan. “Dia ditangkap bukan karena kasus ini, nanti hubungi Kasat Reskrim saja untuk info lebih lengkap,” katanya (*)

Editor: Edho Sinaga

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top