Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Polisi diminta batalkan pemindahan Tapol Papua ke Kaltim

Kolase foto tiga Tahanan Politik Papua, Ketua Umum KNPB, Agus Kossay, Ketua KNPB Wilayah Timika, Steven Itlay dan Ketua PNWP, Buchtar Tabuni – Piter Lokon /Jubi.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Komite Nasional Papua Barat (KNPB) meminta Kepolisian Daerah (Polda) Papua membatalkan rencana pemindahan sejumlah aktivis West Papua ke Kalimantan Timur (Kaltim).

Juru Bicara Nasional KNPB, Ones Nesta Suhuniap mengatakan rencana pemindahan ke Kaltim merupakan bentuk isolasi dan pembatasan hak para aktivis.

“Diminta agar tidak dipindahkan di Kaltim. Pemindahan persidangan di Kalimantan Timur itu bagian dari isolasi dan membatasi hak mereka dikunjungi keluarga dan kerabat serta rakyat Papua. Pemindahan persidangan karena alasan keamanan itu tidak logis. Maka kami meminta kepada Polda Papua membatalkan pemindahan persidangan dan penahanan terhadap pengurus KNPB di luar Papua,” kata Ones Suhuniap saat ditemui Jubi, Jumat (04/10/2019)

Menurutnya, selain mengisolasi dan membatasi hak mereka dikunjungi keluarga dan kerabat, KNPB juga mengkhawatirkan keamanan dan kesehatan mereka.

Loading...
;

“Sebab kami sangat khawatir terhadap keamanan dan kesehatan mereka. Mereka harus menjalani proses persidangan disini (Jayapura, Papua) agar ada akses bagi keluarga untuk kunjungi mereka,” ujarnya.

KNPB mengaku curiga dengan adanya rencana pemindahan ini. Menurutnya apa yang dilakuka  kepolisian merupakan bentuk pelanggaran hak asasi manusia.

“Proses pemindahan ini bagian dari praktik orde baru masih berlaku di Indonesia walau sudah reformasi,” tegas Suhuniap.

Hal senada disampaikan Ketua Departemen Keadilan dan Perdamaian Daerah Puncak Selatan Gereja Kingmi Papua, Deserius Adii. Ia mengaku tak setuju jika para aktivis dipindahkan. Ada banyak yang menjadi kekhawatiran jika rencana itu direalisasikan.

“Kami sangat khawatir dengan makan, minum, keamanan dan kesehatan mereka di sana. Mereka harus diproses di Papua dan kami tolak dipindahkan ke kalimantan di sana,” tegas Adii.

Ia juga menyoroti proses pemindahan yang dianggap maladministrasi. Harusnya, kepolisian minta rekomendasi kepada kejaksaan yang menyatakan bahwa situasi di Papua darurat.

“Jadi, apa yang terjadi sehingga mereka dikasih pindah di sana? Apakah mereka berada di Polda di situ ada kasus besar-besaran yang terjadi sehingga penyedikan oleh Polda Papua dipindahkan? Inikan masih aman-aman. Lalu siapa yang mendapingi mereka di sana? Sementara penasihat hukum masih di sini. Maka kami tolak secara tegas pemindahan. Kami minta mereka dikembalikan ke Papua,” tuturnya.(*)

Editor: Edho Sinaga

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top