Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Polisi jangan menuding OAP yang berdemo adalah perusuh

Ilustrasi Posko mahasiswa eksodus wilayah Meepago di Nabire – Jubi. Dok

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Sekretaris II Dewan Adat Papua (DAP) versi Kongres Besar Masyarakat Adat Papua III, John NR Gobai meminta kepolisian tidak selalu beranggapan jika orang asli Papua atau OAP adalah perusuh.

Pernyataan itu dikatakan Gobai kepada Jubi terkait informasi penangkapan sejumlah mahasiswa eksodus saat melakukan unjukrasa di Nabire, Senin (4/11/2019).

Ia mengatakan, informsi yang diperolehnya mahasiswa eksodus wilayah adat Meepago berencana menggelar demonstrasi damai di Kota Nabire hari ini terkait anti rasisme. Akan tetapi aparat gabungan menangkap sejumlah pengunjuk rasa dengan alasan tak ada izin.

“Cara-cara seperti ini merupakan pembungkam ruang berekspresi. Jangan selalu berprasangka buruk terhadap kelompok yang ingin menyampaikan aspirasinya dan terkesan menstrigma orang asli Papua sebagai perusuh,” kata Gobai, Senin (4/11/2019).

Loading...
;

Gobai belum tahu pasti berapa jumlah mahasiswa yang ditangkap. Akan tetapi menurutnya, penangkapan terhadap mahasiswa yang akan menggelar demonstrasi terjadi di sejumlah titik di Kota Nabire.

Mestinya kata Gobai, aparat keamanan memberi ruang kepada para mahasiswa ini untuk menyampaikan aspirasinya. Berdialog dengan para bupati atau pengambil kebijakan setiap kabupaten di wilayah adat Meepago.

“Mestinya Kapolres Nabire memfasilitasi pertemuan mahasiswa dengan para bupati. Berkoordinasi dengan Bupati Nabire sebagai Ketua Asosasi Bupati Meepago untuk untuk berdialog dengan mahasiswa,” ujarnya.

Gobai mengaku telah menyampaikan kepada Kapolda Papua agar memerintahkan Kapolres Nabire segera membebaskan semua mahasiswa yang ditangkap.

“Jangan perburuk citra negara di mata dunia dengan cara-cara seperti ini,” ucapnya.

Koordinator aksi umum Mahasiswa Eksodus wilayah Meepago, Email Wakei mengatakan pihaknya juga belum tahu berapa jumlah mahasiswa yang ditangkap.

“Penangkapan terjadi di beberapa tempat, di antaranya depan RSUD Nabire, depan hotel Jepara Indah,  pasar Karang Tumaritis dan depan Uswim,” kata Email Wakei.

Menurut Wakei, pihaknya telah menyampaikan pemberitahuan rencana aksi ke Polres Nabire dengan catatan aksi tetap akan dilakukan pada hari ini. Akan tetapi kepolisian tidak memberi izin.

Rencananya mahasiswa mengelar aksi dengan beberapa tuntutan menolak rasisme dan minta pemerintah membuka ruang demokrasi seluas-luasnya di seluruh Tanah Papua. Termasuk dorongan agar pemerintah menarik pasukan TNI non organik dari seluruh Papua. (*)

Editor : Edho Sinaga

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top