Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Polisi: pembuatan kapal di tambang emas Siriwo tak kantongi surat izin

Sebuah kapal pengeruk emas yang sedang dibangun di Km 102, Distrik Siriwo Nabire – Jubi/Abeth You.

Nabire, Jubi – Kepala Kepolisian Resort Nabire, AKBP Sonny Nugroho mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan ke lokasi tambang emas di kilometer 102 Distrik Siriwo, Kabupaten Nabire, Papua.

Hal tersebut dilakukan setelah menerima kabar adanya kapal pengeruk emas di daerah itu.

“Kami sudah cek ke lokasi dan memang benar. Kapal itu, milik oleh PT. Jichuan,” ujar AKBP Sonny via pesan WhatsApp kepada Jubi, Rabu petang (19/06/2019).

Namun lanjut AKBP Sonny, hingga saat ini kapal tersebut dipastikan belum beroperasi serta masih dalam tahap pembuatan.

Dalam pemeriksaan itu kata Sonny, pihak perusahaan diduga tidak punya izin lengkap . Tadinya, pihaknya hendak memasang garis polisi (police line) di lokasi pembuatan kapal. Akan tetapi, pihak perusahaan keberatan.

Loading...
;

“Kapal itu belum selesai dikerjakan. Saat pemeriksaan diduga belum ada izin. Kita ingin police line tapi mereka keberatan,” terangnya.

Akhirnya antara polisi dan pihak perusahaan terdapat kesepakatan. Tidak ada police line, tetapi tetap kapal tersebut tidak boleh digunakan sampai ada izin operasional dari Dinas ESDM Provinsi Papua dan pihak terkait.

Dia bilang kasus tersebut menjadi atensi Polres Nabire. Kemudian pihak PT. Jichuan juga mengatakan bahwa akan melengkapi perijinan.

Terpisah, legislator Papua, Jhon NR Gobai mempertanyakan pembuatan kapal di tengah hutan. Sebab menurut dia, pembuatan kapal harus memperoleh izin dari instansi terkait. Selain itu, tempat pembuatannya juga harus di dekat laut atau pelabuhan serta mempunyai izin lisensi pembuatan kapal.

“Jadi dalam rangka apa ada kapal raksasa di pesisir Kali Siriwo. apakah agar bisa leluasa menyedot emas dari dalam Kali? Kapal ini dibuat oleh siapa sebenarnya,” kata Gobai.

Untuk itu, Gobai meminta kepada penegak hukum, baik Polres Nabire dan Poda Papua untuk tidak menutup mata. Segera ambil tindakan.

“Tolong dicek kapal tersebut apakah mempunyai izin, jika tidak maka harus segera dibongkar,” terangnya.

“Saya minta kepada Gubernur Papua agar segera melakukan evaluasi perijinan tambang di Papua. Kepada Kapolda Papua segera membentuk tim turun ke lapangan dan menangkap pelaku, jika tidak bisa menunjukan izin yang lengkap,” tandasnya.(*)

 

Editor: Syam Terrajana

 

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top