Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Polisi sebut pelaku penembakan di pasar Jibama Jayawijaya adalah kelompok bersenjata

Situasi pasca kejadian di Pasar Jibama, Jayawijaya usai terjadi penembakan terhadap seorang yang diindikasi merupakan kelompok bersenjata-Jubi/Islami

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Wamena, Jubi – Seseorang yang terindikasi merupakan kelompok bersenjata, Jumat (23/8/2019) dilumpuhkan oleh aparat gabungan di Pasar Jibama, Distrik Hubikiak, Jayawijaya karena melakukan penodongan terhadap masyarakat dan penembakan terhadap rombongan patroli gabungan yang melintas.

Kapolres Jayawijaya, AKBP Tonny Ananda Swadaya mengatakan, kejadian sekitar pukul 10.30 WP bersamaan dengan patroli gabungan terdiri dari Kodim, Yonif dan Pemda ketika melewati pasar Jibama, tiba-tiba melihat masyarakat berhamburan keluar pasar.

Ternyata di dalam pasar diperoleh informasi bahwa ada seseorang membawa senjata api jenis revolver dan sempat mengancam kepada masyarakat dengan sekali mengeluarkan tembakan. Tim patroli lalu melakukan tindakan.

“Kita sempat nego dengan melakukan tindakan persuasif untuk supaya yang bersangkutan ini menyerahkan diri, ternyata pelaku mengeluarkan tembakan ke arah saya, lalu saya diback up sama Dandim karena saya tidak yakin mereka bersenjata, ternyata memang pelaku membawa senjata api,” kata Tonny Ananda.

Loading...
;

Menurut dia, menurut informasi dari masyarakat di sekitaran pasar Jibama pelaku sebenarnya ada lima orang, namun yang satunya kepergok oleh aparat kepolisian di pos polisi Jibama, informasi lalu diteruskan ke tim yang sedang patroli bahwa mereka bersenjata. Kemudian empat orang kabur ke arah belakang pasar.

“Ini memang anggota kelompok bersenjata yang turun ke Kota Wamena, yang sudah empat hari ini membuat teror di wilayah kota dengan mengeluarkan ancaman, bahkan Kamis (22/8/2019) sempat mengeluarkan tembakan di distrik Assologaima pada saat masyarakat mendekat,” klaimnya.

Kata Kapolres, sejauh ini untuk korban luka tembak terdiri seorang anggota Polisi dan seorang keamanan rakyat (kamra), sedangkan pelaku sendiri dilumpuhkan oleh aparat gabungan karena meski dilakukan tindakan persuasif, namun tetap melawan.

Kapolres pun menyatakan jika dalam beberapa hari belakangan, aparat keamanan mendapatkan ancaman dari TPNPB pimpinan Egianus Kogoya yang menyampaikan akan membuat teror dan akan mendompleng saat demo.

Dandim 1702/Jayawijaya, Letkol Candra Dianto mengaku juga sempat mendapat teror dan pesan dari kelompok Egianus Kogoya yang sebelumnya juga melakukan aksi penghadangan anggota TNI di wilayah Habema yang menggugurkan seorang anggota TNI.

“Pesan yang diberikan kepada Dandim dan Kapolres, mereka akan turun di Wamena dan ini dibuktikan dengan adanya beberapa pemunculan mereka, di sekitar pinggiran kota, dimana bertemu dengan masyarakat dan karena ketakutan masyarakat melaporkan kepada aparat,” kata Candra Dianto.

Menurut Dandim, TNI dan Polri akan melakukan penyisiran agar menciptakan situasi keamanan selama sepanjang adanya ancaman dan gangguan, pengamanan akan terus dilakukan.

“Kami imbau masyarakat untuk tetap berhati-hati, hindari tempat sepi atau pun keramaian yang ada kemungkinan disusupi, serta menghindari keluar di malam hari jika tidak ada keperluan yang penting sekali,” katanya.

Sementara itu Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua berharap masyarakat di seluruh Jayawijaya tidak terpancing dengan isu-isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“Kejadian yang terjadi di terminal Pasar Jibama ini orang yang kita tidak kenal, menggunakan senjata api dan menodong masyarakat maupun aparat dan mengeluarkan tembakan, sehingga ada mengenai seorang anggota polisi dan pelaku jika tidak dilumpuhkan akan membahayakan masyarakat lainya,” kata Banua.

Ia menegaskan jika setelah kejadian muncul isu-isu jika masyarakat yang ditembak itu tidak betul, karena yang dilumpuhkan ini merupakan orang yang tidak dikenal dan menggunakan senjata api sehingga aparat melakukan tembakan.

“Kami juga akan rapat dan mengundang tokoh gereja, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dengan PGGJ untuk bagaimana kita menghimbau kepada masyarakat,” katanya.

Dari pantauan di lapangan, usai kejadian penembakan masyarakat yang masih berada di sekitar pasar diminta untuk meninggalkan pasar, dan para pedagang menutup tempat usahanya dan hingga pukul 13.30 WP aparat gabungan masih mengamankan lokasi pasar. (*)

Editor: Syam Terrajana

 

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top