Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Polisi selidiki dugaan pembuangan limbah beracun

Ilustrasi pixabay.com

Telah mengambil sampel material menyerupai serbuk itu untuk diteliti di laboratorium.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Tulungagung, Jubi – Aparat Kepolisian Resor Tulungagung, Jawa Timur,  sedang menyelidiki dugaan limbah beracun atau jenis bahan berbahaya dan beracun (B-3) yang sengaja dibuang di tepi jalan Desa Pucangan, Kauman. Limbah itu terkesan sengaja dibuang di tepi jalan dalam puluhan wadah karung plastik.

“Sebagai langkah awal, kami telah mengambil sampel material menyerupai serbuk itu untuk diteliti di laboratorium,” kata Kapolsek Kalangbret, Ajun Komisaris Puji Hartanto, Sabtu, (7/12/2019).

Baca juga : Peneliti limbah nikel di Madang, PNG sebut ada arsenik dalam limbah

Ini saran akademisi Unipa terkait tumpahan limbah nikel di Papua Limbah nikel dari PNG tak berdampak di Kota Jayapura

Loading...
;

Ia tidak memastikan limbah yang terkesan sengaja dibuang di tepi jalan dalam puluhan wadah karung plastik itu jenis bahan berbahaya dan beracun. Sedangkan pemiliknya belum diketahui, demikian pula halnya jenis serbuk yang jika terkena air hujan mengeluarkan asap seperti gas dengan bau menyengat hidung itu.

“Kami telah meninjau lokasi material yang viral di media sosial (medsos) tersebut. Kami juga telah menggali keterangan sejumlah warga sekitar dan juga mantri hutan. Terlebih, lokasi material tersebut berada dekat dengan RPH Jatiwekas,” kata Puji menjelaskan.

Ia mengakui beberapa saksi yang diperiksa polisi memang mengeluhkan bau menyengat dari material tersebut seperti bahan karbit. Namun, untuk memastikan apakah benar merupakan B3 perlu dilakukan uji laboratorium lebih dulu.

“Untuk menindaklanjutinya, kami kemarin juga mengambil dua karung material itu untuk dijadikan sampel,” katanya.

Keberadaan puluhan karung berisi serbuk dan slug aluminium itu sempat dikeluhkan warga dan menjadi konten viral di medsos. Penyebabnya, muncul bau menyengat dari puluhan karung berisi limbah itu. Terlebih saat material yang belum diketahui asal-usulnya itu terkena air hujan, jika dihirup terlalu lama, membuat seseorang pusing.

Asisten Perhutani Badan kesatuan pemangkuan hutan Tulungagung, Appanudin , mengatakan jika material itu bukan milik Perhutani.

“Sebelum ada penebangan sudah ada. Kami juga sempat cari tahu tapi nggak ada hasil,” kata Appanudin.

Dia mengaku sejumlah karung tersebut sudah ada cukup lama, sekitar enam bulan lalu. Perhutani pernah berusaha mencari tahu siapa yang menaruh material di tepi jalan dekat RPH Jatiwekas tersebut. “Tapi hasilnya nihil,” katanya. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top