Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Polisi tangkap 300 demonstran perubahan iklim di London

Ilustrasi penangkapan, pixabay.com

Aksi mereka dicap “uncooperative crusties” oleh Perdana Menteri Boris Johnson.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

London, Jubi – Kepolisian London menangkap lebih 300 demosntran perubahan iklim melanjutkan pembangkangan sipil selama dua pekan dan mendesak aksi nyata terhadap perlindungan lingkungan. Aksi mereka dicap “uncooperative crusties” oleh Perdana Menteri Boris Johnson.

Pada Senin kelompok Extinction Rebellion menggelar aksi di sejumlah negara seperti di Inggris, Jerman, Austria, Australia, Prancis dan Selandia Baru saat mereka melobi para politisi untuk mengurangi emisi karbon lebih banyak.

Baca juga : Lautan terancam, Pasifik cemas laporan perubahan iklim terbaru. 

Loading...
;

SPREP: KTT Perubahan Iklim PBB tidak memuaskan

Protes perubahan iklim, puluhan ribu pelajar Selandia Baru mogok sekolah

Aksi tersebut merupakan tahapan terakhir dalam kampanye global atas langkah yang lebih tegas dan lebih cepat terhadap perubahan iklim, yang dikoordinasikan oleh kelompok tersebut, yang puncaknya terjadi pada April saat massa mengacaukan lalu lintas di pusat Kota London selama 11 hari.

Kepolisian London menyebutkan 319 orang ditangkap pada Senin, (7/10/2019) kemarin. Sementara itu, PM Johnson mengkritik para pegiat. “Saya khawatir bahwa orang-orang keamanan tidak ingin saya hadir malam ini sebab mereka melaporkan jalanan penuh dengan uncooperative crusties,” kata Johnson, menggunakan istilah bahasa gaul Inggris untuk pengunjuk rasa lingkungan.

Seoarang demonstran, Diana Jones, dari wilayah Inggris selatan mengatakan keputusan perdana menteri Johnson tidak membantu.

“Kami hanya orang-orang biasa yang mencoba menyuarakan kekecewaan mendalam kami tentang lambannya proses mewujudkan aksi perubahan iklim yang terjadi, dengan pemerintah yang tidak betul-betul mendengarkan itu,” kata Diana.

Kelompok itu ingin Inggris mengurang gas emisi rumah kaca sampai nol persen pada 2025, lebih cepat dibanding target pemerintah pada 2050. (*)

Editor : Edi Faisol

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top