Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Polisi telusuri jaringan penimbun BBM

Polisi menyita puluhan jerigen berisi BBM ilegal yang disembunyikan oleh oknum penimbun di sekitar rumah warga setelah insiden kebakaran di Manokwari. (Jubi/Hans Arnold Kapisa).

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Manokwari, Jubi – Polisi masih melakukan penelusuran terhadap sindikat jaringan penimbun Bahan Bakar Minyak (BBM)  yang berhasil diamankan Sat Brimob Polda Papua Barat setelah insiden kebakaran di Manokwari akhir pekan lalu.

Kapolres Manokwari, AKBP Adam Erwindi mengatakan, penelusuran jaringan penimbun BBM sebanyak 1 ton di Manokwari masih didalami. Dia juga mengaku bahwa kasus ini menjadi perhatian Polda Papua Barat.

“Dugaan sindikat jaringan penimbun BBM itu juga menjadi atensi Kapolda Papua Barat. Jadi kami sementara dalami,” ujar Erwindi, Senin (29/4/2019).

Selain itu, polisi juga akan mendalami keterlibatan pihak petugas di SPBU mulai dari proses transaksi hingga dugaan adanya permainan harga. Ia juga menduga ada praktik konspirasi untuk muluskan kegiatan penimbunan BBM tersebut.

Loading...
;

“Kami akan lebih intens lagi dalam pengawasan di setiap SPBU untuk mencegah mobil dan motor yang menggunakan tanki siluman dan melakukan pengisian ulang-ulang. Itu untuk mendapatkan motivnya,” kata Erwindi.

Disinggung soal dugaan pemodal utama dibalik kegiatan tersebut, Erwindi mengaku masih dalam penyelidikan.

“Soal ada tidaknya pemodal dalam kegiatan itu, kami akan sampaikan ketika semuanya jelas. Saat ini kami masih lakukan penyelidikan,” tuturnya.

Sebelumnya, dalam wawancara terpisah, Ramlin salah satu penjual BBM eceran di sekitar lokasi penimbunan, mengatakan kegiatan tab (pengisian BBM berkali-kali) di SPBU bukan menjadi hal baru di Manokwari.

Dia juga membenarkan, bahwa BBM jenis bensin dan pertalite yang dijual eceran, juga dibeli dari hasil tab yang dilakukan oleh kelompok jaringan BBM yang sedang didalami oleh Polisi tersebut.

“Saya juga beli dari mereka dengan harga Rp280 ribu satu jerigen ukuran 35 liter. Tapi saya tidak kenal dengan mereka,” ujarnya kepada Jubi.

Pantauan Jubi, tidak ada penertiban ataupun aturan yang berlaku di Manokwari untuk mengatur para pengecer BBM di jalan maupun di kios-kios, seperti standart keselamatan maupun aturan penjualan diluar Harga Eceran Tertinggi (HET) yang diberlakukan oleh Pemerintah. (*)

 

Editor      : Edho Sinaga

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top