Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Polisi tetapkan 14 tersangka terkait kerusuhan di Wamena

Kepolisian Resor Jayawijaya menggelar jumpa pers gelar perkara tersangka dan barang bukti atas kerusuhan 23 September 2019 lalu-Jubi/Islami

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Wamena, Jubi – Polres Jayawijaya telah menetapkan 14 orang sebagai tersangka dalam kejadian 23 September 2019 di Wamena. 12 orang di antaranya sudah ditangkap dan dua orang lainnya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Kapolres Jayawijaya AKBP Tonny Ananda Swadaya mengatakan di antara 12 orang telah ditangkap, dua diantaranya masih dirawat di klinik Polres berinisial AMU dan RA.

“Untuk dua orang yang masih dalam pengejaran atau masuk dalam daftar pencarian orang adalah YA dan HW salah satunya merupakan kepala kampung di Jayawijaya dan satunya merupakan mahasiswa, “kata Tonny Ananda saat jumpa pers di Mapolres Jayawijaya, Rabu (9/10/2019).

Ia menyebutkan, pasal yang disangkakan kepada para tersangka pasal 170 KUHP tentang kekerasan yang dilakukan terhadap yang dilakukan bersama-sama (pengeroyokan) dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara, pasal 160 KUHP tentang penghasutan, ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara, kemudian pasal 187 KUHP tentang pembakaran yang menimbulkan bahaya nyawa orang dan bahaya umum dengan ancaman terberat dengan ancaman hukumannya 12 tahun penjara.

Loading...
;

Alat bukti yang didapat juga cukup banyak seperti alat tajam baik itu panah, busur, pisau, parang dan kampak serta batu yang digunakan dalam melakukan aksi kekerasan. “Ada juga jerigen yang isinya bensin yang digunakan untuk membakar,” katanya.

Selain itu polisi juga menyebutkan peran para tersangka ini ada yang melakukan pembakaran, ada yang melakukan pembunuhan, melakukan penyerangan terhadap masyarakat, ada yang sebagai koordinator lapangan. Di antaranya ada kelompok dari pelajar, mahasiswa dan juga ASN yang terlibat.

“Bahan bensin yang digunakan untuk membakar ini didapat dengan cara menjarah dari para penjual BBM eceran, ada pula yang sudah dipersiapkan,” katanya.

Kapolres juga memastikan jika kepolisian juga masih mengejar otak dari kejadian 23 September atau siapa yang akan dikedepankan untuk bertanggungjawab atas masalah ini.

“Hingga kini kami telah menempatkan personel kepolisian di titik kota dan pinggiran kota semuannya telah diatur dalam jarang 500 meter ada pos, ditambah dengan patroli gabungan dengan TNI menggunakan kendaraan maupun berjalan kaki serta patroli dialogis agar meyakinkan pelaku ekonomi yang ada di Jayawijaya bahwa situasi semakin kondusif,” katanya.

Kapolres juga mengatakan akar persoalan sehingga terjadi rusuh di Wamena dari dugaan perkataan rasisme seorang oknum guru, hal itu merupakan berita bohong karena yang bersangkutan tidak pernah mengatakan seperti itu bahkan guru tersebut pun telah diinterogasi.

“Saat ini oknum guru itu masih kita amankan, statusnya guru ini nanti kita kembangkan lebih lanjut lagi dan kita masih mencari fakta-fakta di lapangan untuk memperkuat,” katanya.
Di tempat yang sama Kasat Reskrim Polres Jayawijaya, AKP Suheriadi menyebut jika pelaku atau tersangka ini dibagi menjadi empat kategori, ada masyarakat umum biasa, pelajar, mahasiswa dan ASN.

“Untuk ASN di Jayawijaya inisialnya SK, pelajar ada dua orang yaitu RH dan AU, berstatus mahasiswa ada dua, AK dan LE dan sisanya dari tujuh orang yang ditetapkan tersangka merupakan masyarakat umum,” kata Suheriadi.

Selain itu kata dia, ada juga dua orang yang masih DPO yakni YA yang merupakan oknum kepala kampung di Jayawijaya dan juga mahasiswa berinisial HW yang merupakan perangkat dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di salah satu perguruan tinggi di Wamena.

“Kepala kampung ini bentuknya keterlibatan langsung sesuai dari saksi-saksi yang kita peroleh dan periksa, kemudian dari rekaman yang kita dapat ia adalah aktor yang menggerakan dan mengumpulkan massa dari daerah Kurima, bergabung dengan massa di Jagara dan di seputaran Megapura untuk lakukan perusakan dan pembakaran di seputar Wouma,” ujar dia.

“Jadi, yang sudah ditangkap 12 orang, sembilan yang dihadirkan saat gelar perkara ini, satu dalam pemeriksaan, dua masih di klinik, dua masih DPO sehingga total 14 orang,” katanya . (*)

Editor: Syam Terrajana

 

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top