Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Polisi tetapkan 20 tersangka demo tolak rasis berujung anarkis di Papua Barat

Aksi demonstrasi tolak rasisme dan persekusi di Manokwari pada 19 Agustus 2019, berujung anarkis. (Jubi/Hans Arnold Kapisa).

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Manokwari, Jubi – Kepolisian daerah Papua Barat masih melakukan pengembangan dan penyidikan terhadap aktor kriminal dalam demonstrasi tolak rasisme dan presekusi yang berujung anarkis di Manokwari, Fakfak dan Sorong pada 19, 20 dan 22 Agustus 2019.

Juru bicara Polda Papua Barat, AKBP Mathias Krey, mengatakan tersangka pengerusakan, penjarahan dan pembakaran terus bertambah. Terakhir, sekitar 20 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kericuhan yang terjadi di Manokwari, Fakfak dan Sorong.

“10 tersangka di Manokwari, 7 tersangka di Sorong dan 3 tersangka di Fakfak,” ujar Krey di Media Center Polda Papua Barat, Senin (2/9/2019).

Selain itu Krey juga menyampaikan data kerugian materiil di wilayah Manokwari dalam aksi demonstrasi berujung anarkis 19 Agustus. Dia menuturkan, setelah dilakukan pendataan, jumlah kerusakan cukup tinggi di kota Manokwari, baik itu kantor-kantor pemerintahan, tempat usaha, sekolah dan kendaraan roda dua dan empat.

“Kerusakan gedung kantoran Pemerintah maupun swasta yang dibakar dan dirusaki sebanyak 21 bangunan, Toko (tempat usaha) 20 bangunan, bangunan dan mesin ATM 8 unit, 1 bangunan Taman Kanak-kanak (TK), 3 unit motor dan 31 mobil,” ujar Krey.

Dia juga menambahkan, Polisi baru menerima data kerugian materil paska ricuh di Manokwari. Sementara Fakfak dan Sorong sementara dalam proses perhitungan.

Loading...
;

Terpisah, Advokat Yan Christian Warinussy, Direktur LP3BH di Manokwari, mengatakan pihaknya sebagai kuasa hukum sejumlah tersangka dalam insiden pengerusakan dan pembakaran di Manokwari, akan mengajukan bukti-bukti tambahan dalam pembelaan perkara kliennya.

“Satu klien saya ditetapkan sebagai tersangka karena diduga membakar bendera merah putih. Ada bukti tambahan, bahwa klien saya saat itu hanya melaksanakan perintah dari oknum tertentu. Sejumlah saksi dan bukti foto sudah kami pegang untuk Perkuat pembelaan terhadap klien saya. Oleh sebab itu saya minta Polisi bisa melihat substansi, bukan dampak,” ujarnya kepada Jubi. (*)

Editor : Edho Sinaga

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top