HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Politisi Papua harapkan tetap akan ada orang asli Papua yang masuk kabinet baru Jokowi

Foto ilustrasi, Jokowi Widodo dan Gubernur Papua Lukas Enembe saat berkunjung ke Papua. – Jubi/Dok

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Politisi Papua Herman Yoku berharap akan ada orang asli Papua yang menjadi menteri dalam kabinet baru yang akan disusun Presiden RI terpilih Joko Widodo. Keberadaan menteri berlatarbelakang orang asli Papua dianggap Yoku sebagai wujud keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Hal itu dinyatakan Herman Yoku di Jayapura, pekan lalu. “Rakyat Papua ini pegang [dan] hafal mati Pancasila. [Kami hafal dari] sila pertama hingga [sila] ke lima, tetapi [kali] ini saya minta saya minta sila ke lima saja.  Saya minta keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia,”ungkap Herman Yoku

Yoku mengharapkan anak Papua harus mewarnai kabinet pemerintahan Jokowi. Yoku mengklaim harapan itu mewakili harapan banyak pihak di Papua. “Anak Papua  itu tidak boleh gado-gado. Orang Papua harus asli,”ungkap politisi dari Keerom, Papua itu.”

Menurut Yoku, Jokowi bisa memilih  akademisi, mantan birkorat, pengusaha dan politisi, dan Yoku sendiri tidak dalam posisi merekomendasikan nama orang asli Papua yang dianggapnya layak menjadi menteri dalam kabinet baru Jokowi. “Penentuan menteri itu hak prerogative peresiden. Saya hanya minta harus ada perwakilan Papua,”ungkapnya.

Loading...
;

Yoku juga berharap Jokowi memberi peluang bagi orang asli Papua untuk bekerja di berbagai kementerian. “Sudah saatnya anak Papua bekerja di kementerian. Siapa tahu dari staf bisa beranjak menjadi menteri,”ungkapnya.

Secara terpisah Ketua Dewan Adat Papua, Dominikus Surabut justru menyatakan tidak bersepakat dengan desakan bahwa kabinet baru Jokowi harus memiliki menteri berlatar belakang orang asli Papua. Bagi Surabut, hal terpenting yang harus dimiliki seseorang untuk menjadi menteri adalah kualifikasi yang mumpuni.

“Kalau ada [orang asli Papua] yang memenuhi syarat, silahkan saja [ditunjuk menjadi menteri]. Kalau tidak ada yang layak, tidak usah dipaksakan menjadi menteri. Jakarta tidak [perlu] memaksa diri merangkul Papua [dengan cara menjadikan orang asli Papua menteri],”ungkap Surabut, Minggu (14/7/2019).(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top