Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Polsek Biak Timur tak hadir dalam sidang praperadilan perdana

Suasana sidang perdana praperadilan terhadap Polsek Biak Timur yang tak dihadiri termohon – Jubi. Dok LBH Kyadawun, Kabupaten Biak Numfor.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Polsek Biak Timur, Kabupaten Biak Numfor, Papua tidak hadir dalam sidang perdana praperadilan yang digelar di Pengadilan Negeri setempat, Kamis (21/11/2019).

Polsek Biak Timur dipraperadilankan oleh tersangka kasus pencurian, Frits Felix Warnares (21) lantaran menilai proses hukum terhadapnya tak prosedural.
Aktivis Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kyadawun Gereja Kristen Injili (GKI) Klasis Biak Selatan, Imanuel Rumayom kuasa hukum tersangka mengatakan, dalam sidang perdana yang dipimpin hakim tunggal Muslim M AshShiddiqi tersebut, pihak termohon tak hadir tanpa ada penjelasan.

“Teromohon tidak hadir tanpa ada keterangan atau surat kepada pihak pengadilan (hakim). Kami dan pihak keluarga kecewa dengan sikap pihak kepolisian. Kami menilai ini bentuk ketidakprofesionalan,” kata Imanuel Rumayom kepada Jubi via teleponnya, Kamis (21/11/2019).

Akibat tak hadirnya termohon, majelis hakim menunda sidang hingga, 28 November 2019.

Loading...
;

“Padahal kami berharap kepolisian hadir untuk memberikan argumennya di depan hakim terkait penangkapan, penahanan dan penyidikan terhadap Frits Felix Warnares yang kami nilai menyalahi prosedur,” ujarnya.

Sebelumnya, dalam sidang praperadilan lainnya beberapa hari lalu dengan termohon, Polsek Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, pihak termohon juga tak hadir.
Polsek Biak Kota terlebih dahulu dipraperadilankan oleh keluarga dan tersangka kasus penganiayaan, Septinus Rumbiak (53).

Polsek Biak Kota dipraperadilankan lantaran diduga tak prosedural dalam memproses hukum tersangka. Ketidakhadiran pihak termohon dalam sidang tersebut juga membuat kecewa keluarga Septinus Rumbiak.

Kakak tersangka, Albert Rumbiak mengatakan pihaknya berharap polisi dapat hadir dalam sidang perdana ketika itu, agar dapat mendengar penjelasan termohon.

“Kami ingin polisi mempertanggungjawabkan proses hukum yang sejak awal kami nilai janggal itu di depan hakim. Tapi mereka tidak hadir,” kata Albert Rumbiak ketika itu. (*)

Editor : Edho Sinaga

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top