Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

PON Papua harus berdampak pada ekonomi masyarakat

Komisi II DPR Papua dengan OPD mitra usai rapat pada Rabu (23/10/2019) – Jubi/Arjuna.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Ketua komisi bidang perekonomian, peternakan, perdagangan, pertanian, perkebunan, dan pariwisata, Herlin Beatrix Monim mengatakan, suksesnya pelaksanaan PON XX di Papua pada 2020 mendatang tak berarti jika masyarakat tidak merasakan dampak ekonomi dari penyelenggaraan iven olah raga nasional empat tahunan itu.

Hal itu dikatakan Herlin Beatrix Monim usai memimpin rapat komisinya dengan organisasi perangkat daerah (OPD) mitra, Rabu (23/11/2019).

“Sukses PON, sukses ekonomi. Masyarakat Papua mesti merasakan dampakanya. Tidak hanya menjadi penonton,” kata Herlin Beatix Monim.

Ia mengatakan, upaya agar masyarakat Papua mendapat dampak ekonomi dari pelaksanaan PON mendatang, menjadi salah satu pembahasan pihaknya dengan mitra komisi II DPR Papua selama dua hari (22-23 Oktober 2019).

Loading...
;

Komisi II DPR Papua berupaya memperjuangkan penambahan anggaran untuk OPD yang menangani terkait perekonomian, terutama bidang ekonomi kerakyatan.

“Semangat sukses penyelanggaraan, sukses ekonomi harus ditunjang anggaran signifikan. Terjadinya perampingan dan peleburan OPD, membuat OPD mitra kami merasakan dampaknya. Dari 12 OPD yang membidangi terkait ekonomi, akan berkurang menjadi tujuh OPD,” ujarnya.

Menurutnya, akibat peleburan OPD nantinya, beberapa OPD akan menjadi bidang. Kondisi itu membuat program yang sudah direncanakan menjelang PON mengalami pengurangan. Bahkan ada OPD yang akan menjadi bidang tidak dapat menganggarkan program yang sudah direncanakan karena keterbatasan dana.

“Yang kami pertanyakan bagaimana mereka nanti melaksanakan tugasnya ketika OPD ini digabungkan. Misalnya Dinas Perkebunan dan Dinas Tanaman Pangan Hulktikultura. Mereka dianggarkan sendiri-sendiri tapi mereka akan dilebur dan menjadi bidang. Ini memang titik berat untuk mewujudkan sukses PON, sukses Ekonomi,” ucapnya.

Akan tetapi katanya, ada OPD semisal Dinas Perikanan dan Kelautan telah merencanakan program untuk persiapan PON. Dinas ini sudah menganggarkan untuk budidaya ikan air tawar untuk persediaan PON. Keramba ikan di pinggiran Danau Sentani yang rusak saat banjir bandang menyapu wilayah itu pertengahan Maret 2019 lalu, akan diganti.

“Kami harap pelaksanaan anggaran 2020 tidak molor. Benar-benar berjalan pada bulan pertama atau kedua. Ketika kami tetapkan anggaran pada Oktober ini, kan ada cukup waktu beberapa bulan ke depan melakukan evaluasi. Terutama dana Otsus karena kebanyakan untuk menunjang PON ini adalah dana Otsus,” katanya.

Kata Beatrix Monim, jika pelaksanaan anggaran terlambat, akan berpengaruh pada setiap OPD penunjang PON untuk melaksanakan programnya. Apalagi ada OPD yang telah menganggarkan program untuk membina masyarakat menjelang PON.

Misalnya Dinas Perdagangan, yang telah menganggarkan pendirian galeri untuk menampung kerajinan masyarakat dari seluruh Papua. Belum lama ini, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Papua, Max Olua mengatakan pihaknya berencana membuka galeri kerajinan tangan untuk menampung hasil karya. Tidak hanya akan dipasarkan saat PON, juga setelahnya.

“Kami sudah petakan lokasinya. Alternatif sementara bisa menggunakan rumah toko,” kata Max Olua.

Katanya, galeri itu tidak hanya menampung hasil kerajinan para pengrajin, juga akan difungsikan sebagai tempat melatih para pengrajin. (*)

 Editor : Edho Sinaga

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top