HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Posting komentar SARA, MP ditekan Gereja, politisi dan masyarakat Fiji

PM Frank Bainimarama di Parlemen, Juni 2019. – FBC News

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Suva, Jubi – Komentar Facebook yang ditulis oleh anggota parlemen (MP) partai SODELPA, Mosese Bulitavu, telah dilabeli sebagai ‘komentar yang rasis’ oleh dewan gereja-gereja di Fiji.

Presiden dewan Fiji Council of Churches (FCC), Pendeta Dr. Tevita Nawadra, mengungkapkan bahwa komentar Bulitavu mengejutkan mereka, karena mereka sendiri sedang berupaya untuk menyatukan orang-orang di Fiji, dan komentar SARA semacam itu dapat memengaruhi hubungan toleransi antarras.

Dr. Nawandra berkata MP Bulitavu harusnya menggunakan posisi dan pengaruhnya untuk memberikan dukungan tentang persoalan-persoalan seperti itu.

“Dia seharusnya menunjukkan hal-hal positif di hadapan publik. Dia seharusnya membantu upaya kelompok advokasi jika hal itu terjadi di daerahnya dan di daerah-daerah lain juga di Fiji.”

Loading...
;

Dia menegaskan bahwa FCC mengutuk pernyataan SARA Bulitavu.

“Kami percaya akan gereja, bahwa kami berusaha melakukan yang terbaik untuk menyatukan orang-orang, terutama perempuan, dan berbagai perbedaan di antara kita seperti ras dan lain-lainnya.”

Bulitavu telah menerima kritik pedas dari masyarakat, semua mengutuk posting Facebook-nya.

Perdana Menteri Frank Bainimarama menanggapi dengan menegaskan bahwa tidak ada orang Fiji yang ‘vulagi’ (pendatang) di negara kita. Dewan pimpinan SODELPA masih menerima tekanan dari publik agar ia dikeluarkan dari partai dan parlemen.

Disadur dari Fiji Sun, Bulitavu telah meminta maaf kepada orang-orang Fiji yang tersinggung dan sakit hati oleh komentarnya di media sosial. Secara khusus, ia telah meminta maaf kepada kaum perempuan Fiji dan juga kepada komunitas Indo-Fiji. Presiden SODELPA, Ro Filipe Tuisawau juga mengeluarkan pernyataan pada saat yang bersamaan.

Sementara itu, RNZ melaporkan Bulitavu telah mendatangi kantor polisi Suva, Jumat (12/7/2019) lalu, dengan pengacaranya terkait kasus ini. Direktur dari Human Rights Commission negara itu, Ashwin Raj, telah mengajukan keluhan ujaran kebencian kepadanya. Namun, menurut laporan Fiji Village, keluhan Raj diajukan sebagai warga negara. (FBC News)

Editor: Kristianto Galuwo

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top