Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Potensi wisata di atas hak ulayat tidak boleh dijual

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, bersama sejumlah pimpinan OPD saat diskusi di salah satu pondok wisata di Kampung Entiyebo – Jubi/Engel Wally

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, menegaskan masyarakat tidak boleh menjual lahan tanahnya yang merupakan hak ulayat kepada siapapun yang berniat ataupun ditawarkan sendiri oleh pemilik hak ulayat secara langsung. Apalagi lahan tersebut berpontensi untuk dikelola sebagai tempat wisata dan lain sebagainya.

Menurutnya, lahan yang dimilki oleh pemilik hak ulayat dapat dikelola dengan baik untuk kepentingan pribadi tetapi juga untuk kepentingan umum. Secara khusus dalam peningkatan ekonomi keluarga.

“Hal ini harus disepakati di kampung, tidak boleh ada pengalihan fungsi dari kawasan- kawasan yang punya keunggulan di bidang pariwisata dan lain sebagainya,” ujar Bupati Awoitauw di Kampung Entiyebo, Distrik Depapre, Senin (18/11/2019).

Dikatakan, dalam waktu-waktu mendatang akan ada dermaga peti kemas di Depapre, akan ada banyak tenaga kerja yang dibutuhkan di sana, semua warga masyarakat dan secara khusus generasi muda mempunyai hak yang sama untuk mendapat bagian di dalamnya.

Loading...
;

“Sekalipun ada dermaga peti kemas di sini, tidak boleh mengganggu keunggulan pariwisata di setiap kampung yang ada di pesisir Teluk Tanah Merah ini,” kata Bupati Awoitauw.

Promosi dan publikasi, lanjut Awoitauw, menjadi tanggung jawab pemerintah kampung dan distrik. Hal ini tentunya akan dibantu oleh dinas terkait.

“Infrastruktur pendukung lain akan kami bangun dari Kampung Amai menuju Yepase dan Pantai Harlem. Di sana nanti ada jembatan penyeberanag dan rumah tinggal bagi tamu-tamu yang berkunjung,” jelasnya.

Sementara itu, seorang warga masyarakat di Kampung Entiyebo, Derek Demena, mengatakan potensi Kampung Kerikil, sapaan akrab bagi Kampung Entiyebo, saat ini belum mendapat perhatian penuh oleh pemerintah daerah.

“Kampung yang dipenuhi dengan batu koral hitam seperti ini sudah sangat unik, ada restoran, dan juga tempat penginapan. Pemandangan bawah laut yang cukup menakjubkan, tetapi hingga saat ini belum mendapat perhatian yang baik,” pungkasnya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top